Laman

Selasa, 27 September 2016

Belajar Dari Berita Untuk Mencegah Kasus Serupa


"Maid gets 12-month probation for leaving kids unattended at home."

Gara-gara judul berita salah satu media online yang saya temukan semalam di beranda, saya teringat berita-berita sebelumnya yang sudah pernah ada. Berita BMI mendapat hukuman karena  meninggalkan anak-anak yang semestinya dijaganya tanpa pengawasan sudah beberapa kali terjadi. Dan jika kasus sama terulang, ada beberapa kemungkinan, bisa jadi berita atau informasi sebelumnya belum sampai hingga tidak tahu hal yang dilakukan adalah tindakan berbahaya atau memang sudah tahu dan sengaja ingin mencobanya.

Berikut ini berita yang saya terjemahkan dengan versi bebas.

"Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia dijatuhi hukuman 12 bulan masa percobaan (tahanan kota) oleh pengadilan Hong Kong setelah ia mengaku bersalah karena telah meninggalkan dua anak kecil majikannya tanpa pengawasan di rumah.

Siti Zamrotun, yang langsung dipecat setelah insiden itu terjadi, di pengadilan menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan mengaku bersalah. Pengakuannya tersebut membuat Hakim Merinda Chow Yin-chu, yang memimpin persidangan kasusnya di Pengadilan Wilayah Tuen Mun menjatuhkan hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Kronologi kejadian Rabu pekan lalu itu dimulai ketika majikan perempuan yang seorang perawat dan sedang bekerja, mengecek keadaan rumahnya melalui kamera cctv hanya melihat dua putrinya (usia 11 bulan dan 2 tahun) yang sedang bermain di rumahnya, sementara pembantunya tidak terlihat sama sekali. Dia langsung menelepon polisi dan bergegas kembali ke rumah.
Polisi baru bisa menemukan pembantu yang dicari sekitar delapan jam kemudian masih di wilayah sekitar rumah majikan.

Zamrotun membela diri bahwa ia tidak bermaksud melarikan diri, hanya ingin meninggalkan rumah majikan sebentar karena merasa kelelahan, terlalu tertekan oleh semua pekerjaannya yang berat. Sebelum pergi ia telah memastikan semua pintu dan jendela ditutup untuk memastikan keamanan rumah.

Meski keadaan anak-anak majikan baik-baik saja, dalam tuntutannya jaksa menyatakan bahwa anak-anak tetap tidak aman dan terancam keselamatannya karena bisa saja terluka oleh peralatan listrik dan benda-benda yang berada di rumah.

Dalam putusannya, hakim mengatakan pembantu rumah tangga bertanggung jawab untuk keselamatan anak-anak majikannya dan meninggalkan mereka tanpa pengawasan hanya karena dia merasa lelah bukanlah alasan yang sah.

Hakim mengatakan pengadilan harus mengirim pesan kepada para pembantu lainnya bahwa tindakan seperti itu adalah terlarang. Selain itu hakim juga menyebutkan pertimbangan keringanan hukuman dari tuntutan penjara menjadi tahanan kota karena mengingat bahwa terdakwa menganggur dan masih berutang uang kepada lembaga yang mengatur pekerjaan untuknya."

Kesimpulan-kesimpulan.

Dari berita di atas kita bisa menemukan beberapa kesimpulan.

1. Bahwa dengan alasan apapun meninggalkan tanggung jawab (anak-anak dan orang jompo) di rumah sendirian tanpa pengawasan bisa membuat seorang pekerja rumah tangga dituduh dan dituntut membahayakan keselamatan mereka. 

2. Bahwa mengakui dan menyesali kesalahan di pengadilan bisa meringankan hukuman terdakwa.

3. Bahwa keputusan meninggalkan rumah majikan pada jam kerja, padahal sedang berada dalam pengawasan kamera adalah perbuatan nekad. Kemungkinan bisa jadi karena pekerja sengaja abai atau memang benar-benar nekad karena sudah tidak kuat (bisa ada banyak alasan untuk hal ini dan hanya diketahui yang bersangkutan). Jadi ketika membaca berita biasakan untuk tidak langsung berkomentar menghakimi atau sok komentar bla bla bla. Situasi dan keadaan yang dialami pekerja rumah tangga itu berbeda-beda.

Pelajaran dari Pengalaman Membaca dan Mendengar

Dalam media cetak ataupun online, berita serupa sebenarnya sudah pernah beberapa kali dimuat. Suara, salah satu koran berbahasa Indonesia di Hong Kong juga pernah memuat beberapa berita yang kasusnya nyaris sama, di antaranya: tentang seorang pekerja rumah tangga yang dijatuhi hukuman dua minggu penjara sebelum dideportasi dan blacklist karena meninggalkan anak-anak majikan yang dijaganya untuk menemui temannya yang sedang berlibur di sekitar rumah majikan.

Membaca dan mendengarkan berita sebaikny tidak hanya menjadi bahan gosip dan sekadar obrolan lewat, sudah semestinya teman-teman sesama BMI menjadikannya bahan belajar dan berbagi informasi sehingga kasus serupa bisa dicegah atau diminimalisir.

Jika memang Anda mengalami atau mengetahui teman-teman Anda mengalami tekanan dalam pekerjaannya, situasi kerja yang buruk, eksploitasi dan lain-lain yang membuat ingin kabur atau keluar dari pekerjaan ada banyak hal yang bisa dilakukan.

1. Jika Anda berani, komunikasikan keluhan Anda langsung kepada majikan. Resikonya kalau majikan bisa menerima tentunya akan ada perbaikan. Tapi jika memang majikan bukan orang baik, resikonya tekanan bisa menjadi lebih parah atau bisa juga Anda langsung di-phk.

2. Jika Anda merasa keselamatan diri Anda lebih penting, ajukan surat pemutusan kontrak kerja. Jangan berusaha menyelamatkan diri dengan membahayakan diri sendiri dan membahayakan keselamatan orang lain.

3. Jika Anda butuh masukan atau pertimbangan atas situasi Anda, pastikan mencari orang yang benar. Jangan sampai saran atau masukan yang asal-asalan malah mencelakakan diri Anda sendiri.

Mari Saling Berbagi

Belajar dari berita di atas, pertimbangan hakim tentang tanggungan hutang yang dimiliki terdakwa pada 'lembaga yang mengatur pekerjaan untuknya', saya menduga itu adalah urusan potongan agen dan PJTKI, jadi bisa saja yang bersangkutan masih baru di HK atau sudah lama tapi masih menderita penyakit kekurangan gizi berupa informasi. Jadi mari kita biasakan saling berbagi informasi tentang hukum perburuhan di mana saja dan kapan saja. Manfaatkan apapun media yang Anda miliki.

HK, September 2016

Rabu, 07 September 2016

Wisata Religi dan Kuliner Gratis di Hong Kong

SIKH TEMPLE (Doc.pri)


"Apakah kamu tahu satu tempat di Wanchai yang membagikan makanan gratis sekaligus terkenal sebagai pusat bertemunya backpacker dunia di Hong Kong?" 

Pertama saya mendapatkan pertanyaan seperti di atas dari teman saya, sepasang bikepacker (petualang bersepeda) asal Argentina, saya masih kurang begitu antusias. Sampai dua bulan kemudian saya bertemu backpacker lain asal Rusia dan dari percakapan kecil kami, lelaki muda yang berencana melanjutkan perjalanannya ke Korea tersebut mengaku mengenal teman saya yang bikepacker. Mereka bertemu dan saling mengenal di tempat biasanya para backpacker dunia mendapatkan makanan gratis. Tentu saja saya mendadak kepo dan meminta lelaki bernama Denis Zeziukin itu menuliskan nama tempat yang dimaksudnya.


Tulisan tangan Denis

Berbekal secuil kertas yang disobek empunya dari lembaran kertas sketsa, akhirnya hari Minggu kemarin saya dan teman-teman saya berhasil menemukan 'Sikh Temple' yang biasa menjadi tempat wisata religi dan kuliner gratis di Hong Kong.

Kuil Kemanusiaan di Sudut Kota Metropolitan

Terletak di antara jalanan yang sibuk dan komplek pemakaman yang sunyi, pemandangan kubah kecil yang khas di antara kaki gedung-gedung yang tinggi menjulang, membuat sosok Gurudwara atau Kuil Sikh terbesar di Hong Kong itu terlihat lebih seperti sebuah penampakan. Ganjil sekaligus menarik dan mengagumkan.

Ruang doa utama kuil 


Kuil putih dengan aksen biru yang menurut sejarahnya didirikan pada tahun 1901 oleh  Sikh dari Angkatan Darat Inggris yang berbasis di Hong Kong itu sudah mengalami beberapa kali renovasi. Tetapi sampai hari ini tidak pernah kehilangan bentuk asli dan tujuannya berdiri sebagai sebuah 'kuil kemanusiaan'. Hal ini dibuktikan dengan keramahan para penghuninya yang siap menyambut dan menerima setiap orang dan memanusiakan siapapun yang memasuki pintu gerbangnya.

Saya dan teman-teman awalnya sempat sedikit ragu-ragu untuk memasuki Khalsa Diwan karena begitu melewati gerbang kami langsung mendapati ruang doa utama yang terbuka lebar dan di dalamnya sedang berlangsung acara pembacaan puji-pujian. Namun ternyata bukan sekadar pintunya saja yang terbuka, ruang doa utama itu pun benar-benar terbuka untuk umat non-Sikh dan siapapun yang ingin memasukinya. Tentunya dengan syarat mengikuti ketentuan yang berlaku, seperti mesti melepas alas kaki dan tidak berisik mengganggu jalannya ritual.

Sikh dan Turban di Hong Kong

Keberadaan Sikh sudah tidak asing lagi di Hong Kong. Para penganut ajaran Sikh yang jumlahnya cukup banyak itu mudah diidentifikasi dengan ciri khas penampilannya yang mengenakan turban berwarna-warni dan rambut unshorn serta jenggot panjangnya.


Penampilan Sikh


Sebelumnya saya sempat penasaran kenapa para pengikut Sikhisme tidak pernah memotong rambutnya sepanjang hidup mereka. Ternyata menurut penuturan Akhmed, salah satu relawan di Sikhi Temple, mereka sengaja membiarkan rambutnya tumbuh secara alami sebagai tanda penghormatan terhadap kesempurnaan ciptaan Tuhan. Selain itu mereka juga menganggap rambut merupakan bagian yang paling indah sekaligus kehormatan dari tubuh manusia yang semestinya dirawat dan dijaga.

Ajaran Sikhisme yang didirikan oleh Guru Nanak Dev pada tahun 1449 di India bagian utara dan mulai memasuki Hong Kong sekitar tahun 1840-an itu merupakan sebuah ajaran monoteis, yang berarti mempercayai adanya Tuhan yang Esa. Saya sempat heran ketika menemukan beberapa kemiripan antara ajaran Sikh dengan ajaran Islam dan Hindu. Tetapi keheranan saya terjawab oleh Akhmed yang menjelaskan kalau menurut sejarah kelahirannya ajaran yang saat ini dianutnya memang sengaja memadukan antara beberapa kepercayaan yang sudah ada lebih dulu di India, yakni Islam dan Hindu.

Kampanye Kesetaraan Melalui Pembagian Makanan Gratis

Sejak terjaga di jam 4 pagi dalam ritual doa, para relawan di Kuil Sikh sudah mulai menyiapkan makanan bagi para pengunjungnya. Kegiatan ini menjadi rutinitas harian para relawan untuk berbagi dan melayani semua orang yang datang, tanpa memandang warna kulit dan latar belakang cerita hidupnya. Semua orang memiliki hak yang sama untuk menikmati suguhan makanan cuma-cuma.


Relawan membagikan makanan


Gagasan pembagian makanan gratis sebenarnya merupakan bagian dari ajaran Sikh yang bertujuan untuk mendorong integrasi antar umat agama yang berbeda. Sebagaimana tujuan kelahiran ajaran Sikh yang dilatarbelakangi adanya konflik karena perbedaan kepercayaan di India. Guru Nanak Dev ingin mendorong semua orang untuk keluar dari sistem kasta (sistem pembagian sosial) dan agar orang-orang yang berlebihan mau melayani orang-orang yang kekurangan dan mendorong setiap orang, tidak peduli kepercayaan apapun yang diyakininya, agar mau duduk bersama-sama dalam kesetaraan hubungan sebagai saudara sekaligus sebagai sesama manusia.


Langar 


Menurut penuturan Rajh, relawan yang sedang bertugas membagikan makanan, setidaknya ada 100 orang yang rutin datang untuk menikmati makanan gratis dari dapur mereka pada hari kerja. Dan jumlah penikmat makanan gratis akan bertambah menjadi sekitar 1.000-an orang pada hari Minggu. Ketika saya mengaku takjub dengan jumlah sebanyak itu, Rajh malah tertawa. Katanya, di pusat tempat suci Sikhisme, di Kuil Emas di India sana, ada sekitar 50.000-an orang yang menikmati makanan gratis setiap harinya dan jumlahnya bertambah menjadi ratusan ribu orang lebih pada hari Minggu dan hari-hari besar keagamaan mereka.

Mengenal Kuliner dan Budaya Punjabi

Dibandingkan dengan ajaran Sikh dan sejarah berdirinya kuil mereka, yang paling menarik dan banyak diminati pengunjung dari Bangunan Putih Biru ini adalah kabar tentang keberadaan "makanan gratis". Ya setidaknya begitulah menurut pengalaman pribadi saya dan teman-teman yang termotivasi untuk mengunjungi tempat fantastik ini.

Langar atau ruang makan gratis yang kami temui di Kuil Sikh nyaris sama besarnya dengan ruangan doa utama. Ruangan besar tanpa meja dan kursi yang beraroma rempah-rempah itu lumayan sepi ketika kami berkunjung. Tetapi kegiatan di dapur yang menempel langsung dengan ruang makan sama sekali tidak berhenti. Puluhan relawan yang kesemuanya lelaki terlihat sibuk dengan tugas masing-masing dari kegiatan  memotong sayuran, memasak, hingga mencuci piring.

Makanan gratis yang disuguhkan kepada semua pengunjung Kuil tanpa memandang ras, agama dan latar belakang perorangan tersebut kesemuanya adalah makanan khas India bagian utara atau sering disebut Punjabi. Makanan yang disajikan mempunyai ciri khusus, menyesuaikan ajaran Sikh yang memiliki larangan untuk memakan daging dan menyembelih hewan. Jadi semua makanan di Langar terbuat dari bahan olahan berupa beras, chapati (roti), sabzi (sayur kari) dan dal (lentil). Jenis makanan vegetarian yang relatif aman untuk dinikmati semua orang.

Peralatan makan disediakan di atas meja besar


Ketika makan di Langar, orang-orang duduk berjajar memanjang, berhadap-hadapan di lantai, setelah sebelumnya mengambil piring sendiri-sendiri. Piring serupa nampan dan  gelas minumannya masing-masing sudah disediakan di satu meja besar yang terletak di samping pintu masuk Langar.


Pengunjung duduk berjajar berhadap-hadapan di atas karpet merah

Makanan yang dibagikan relawan langsung disendok dan dituang ke topping piring dan relawan yang bertugas membagikan makanan tersebut akan selalu berkeliling menawarkan  kepada setiap orang untuk mendapatkan tambahan menu yang diinginkan setiap lima menit sekali. Jadi setiap orang bisa duduk manis dan makan sekenyang dan sesanggup perut mereka menampung makanan.

Relawan membagikan chapati

Saya sendiri dan teman-teman memilih mengambil satu piring saja untuk bertiga, tapi itupun pada akhirnya kami tetap tidak sanggup menghabiskan isinya. Cemen ya? Hahaha begitulah, semua soal selera lidah kami yang Jawa banget. Pfffttt

Chapati diterima dengan dua tangan


Ada hal yang menarik perhatian saya dari cara pembagian menu oleh para relawan, yakni pada cara memberikan chapati. Jika semua menu lain cukup dimasukkan langsung ke dalam baki makanan, chapati harus ditempatkan dan diterima dengan dua tangan.

Tempat Teh Masala, air panas dan air dingin  ada di luar pintu Langar
Kami sempat dipelototi relawan ketika menunjuk baki agar ia mau meletakkan chapati jatah kami langsung ke baki seperti sayur yang dibagikannya. Ketika saya coba klarifikasi, ternyata kami sudah membuat kesalahan. Chapati bagi Sikh merupakan simbol dari kejujuran dan kerja keras sehingga ketika menerimanya, penerima harus menunjukkan simbol penghormatan dan terima kasih dengan menengadahkan dua tangan. Wah, untung saja kami yang belum tahu dan terkesan ngeremehin keberadaan chapati cuma dipelototi doang, nggak sampai dilempar roti. #lol

Teh Masala



Minuman di Langar selain air putih  juga tersedia Teh Masala yang bisa langsung dituang sendiri oleh pengunjung dari termos. Minuman tradisional yang seperti arti namanya dalam bahasa India; 'rempah-rempah', adalah minuman yang dibuat dari bahan rempah-rempah, yaitu: teh, butiran kapulaga, bubuk cengkeh, bubuk kayu manis, dan irisan jahe yang kemudian dipadukan dengan susu hingga tercipta sebuah minuman yang manis dan kental. Rasanya kalau menurut saya sedikit mirip teh tarik asal Malaysia.


Chapati, Daal dan Ma Kii Daal


Chapati atau bisa disebut juga Roti Punjabi adalah makanan pokok sehari-hari bagi penduduk di India bagian utara. Roti ini terbuat dari tepung atta atau tepung gandum khusus, yakni tepung dari biji gandum jenis keras yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan pasta. Berbeda dengan prata yang lezat, chapati yang adonannya memang sengaja dibuat tidak mengembang dan dibiarkan tawar itu teksturnya terasa lebih ulet dan keras jika dibanding roti gandum jenis lainnya.

Tentang Daal yang awalnya kami sangka bubur kacang hijau adalah sayuran yang diolah bareng rempah-rempah. Hasil olahan campuran bahan: beras, kacang hijau, kacang hitam, kacang gude, kacang arab dan letil ini penampakannya memang seperti bubur, tapi rasanya nano-nano: manis, asin dan pedas jadi satu.

Ada juga Idli atau sambal ala Punjabi yang merupakan makanan tradisional India berupa penampakan campuran sayuran dan nasi yang sudah difermentasi, yang direbus dengan tambahan rasa pedas. Saya dan teman-teman tidak berani mencicipi Idli karena takut perut kami akan memberontak.

Kaali Daal atau Ma Ki Daal adalah satu-satunya menu yang langsung kami kenali namanya sebagai Kare karena warna kuningnya yang khas. Hidangan ini hampir sama dengan Daal tapi lebih transparan wujudnya (*apa sih ini?), bahannya masih  dari lentil hitam juga. Bedanya ketika masuk ke dalam kuah kari, si letil yang hitam ini mengajak teman-temannya: pasukan rempah-rempah dan potongan beraneka macam sayuran. #fiksibangetbahasanya


Bubur manis ini penampakannya seperti bubur putih Orang Jawa


Bubur manis yang sempat saya cicipi ini adalah rekomendasi Mr Mustafa, salah satu relawan Kuil Sikhi yang super ramah dalam melayani kami. Sayangnya saya lupa menanyakan nama makanan ini dalam bahasa India-nya apa. Yang saya tahu pasti, bubur ini terbuat dari campuran beras, tepung gandum dan susu.

Teman saya  yang awalnya bertopi diminta mengenakan shawl


Selain cara menerima chapati, ada satu hal penting lagi yang semestinya diketahui setiap pengunjung kuil. Sebelum masuk ruang doa utama dan Langar, bagi yang tidak berjilbab dan berturban, harus mengenakan penutup kepala yang berupa sehelai kain berbentuk segitiga. Kain bernama shawl yang ukurannya sekitar 30x150 cm ini gunanya sebagai simbol religi atau simbol tertentu. Menurut sejarahnya nama shawl diadopsi dari bahasa Kashmir; shal. Sebagaimana shawl Kashmir, shawl di Kuil Sikhi hanya mengenal satu warna saja tanpa kombinasi warna (biru, oranye dll) dengan tambahan sulaman Khanda (simbol Sikh) sebagai hiasan.


Sebelum pulang kami sempat bertemu backpacker asal Mesir

Sisipan Kesan yang Apalah-apalah

Sejak pertama menginjakkan kaki di Kuil Sikhi hingga hari ini, saya makin banyak berpikir dan merenung serta mencoba memahami banyak hal. Terutama tentang cara bagaimana agar saya bisa adil sejak dalam pikiran seperti nasehat Mbah Pram. Sebab apa yang saya temui di tempat peribadatan orang-orang Sikh itu seperti sebuah palu besar yang mengetuk dada saya bertalu-talu. Ribut mempertanyakan tentang sisi kemanusiaan dan kesiapan saya berbagi kepada sesama manusia lainnya, tanpa tebang pilih.

Di saat saya yang naif dan banyak orang-orang seagama dengan saya sibuk dengan apalah-apalah yang membuat kami terlalu banyak teori dan omong kosong dibandingkan aksi, masih sering dholim dan saling menghakimi bahkan kepada saudara sesama muslim sendiri. Di satu tempat lain, di sudut kota sebuah negeri yang kehidupan hegemoninya tidak bisa diragukan lagi, ternyata ada sebuah tempat, sekumpulan orang dan sebuah aksi nyata yang berusaha menjaga kemurnian ajaran kemanusiaan dan kesetaraan yang benar-benar setara.

Duh, apalah saya ini. Sepulang dari wisata religi dan makan gratis, saya malah merasa hanya seperti secuil rengginang yang tertinggal di sudut kaleng biscuit. Lebaran sudah berlalu tapi saya masih menunggu. Menunggu apa yang entah untuk apa.

Cara Menemukan Kuil Peninggalan Jaman Kolonial

Salah satu tempat bersejarah Hong Kong yang biasa menjadi pusat bertemu dan berkumpulnya para backpaker dunia ini sangat mudah untuk ditemukan. Sebab letak Kuil Sikhi berada tepat di tepi jalan raya; Queen's Road East 371, Wan Chai.

Jika bertolak dari titik point Mtr Hung Hom, pengunjung bisa naik bus nomor 109 atau nomor 113, kemudian turun di bus stop Wah Yan College, Queen's Road East dan berjalan kaki ke arah kuil sekira lima menit.

Tapi jika pengunjung sudah berada di sekitar daerah Wan Chai dan Causeway Bay berarti tinggal berjalan kaki dengan panduan geogle map sekira 30 menit ke arah Queen's Road East yang hanya berjarak beberapa blok dari keberadaan Masjid Amar, Wan Chai.

HK, September 2016

Senin, 05 September 2016

Ada Layanan Terjemah dan Belajar Bahasa Cantonis Gratis di Hong Kong



Informasi Adalah Kekuatan

Keterbukaan dan transparansi informasi dalam semua aspek kehidupan merupakan tuntutan sekaligus kebutuhan utama setiap orang di era globalisasi yang sudah semestinya terpenuhi. Tak terkecuali untuk kaum minoritas di Hong Kong yang notabene memiliki keterbatasan akses informasi karena kendala bahasa. Sebab akses dan kesempatan berbagi informasi yang tepat dan terpercaya bisa menjadi kekuatan untuk melindungi diri pun melakukan banyak hal bagi masyarakat setempat.

Saya sendiri sebagai bagian kelompok minoritas, selama ini untuk mengakses informasi yang dibatasi kendala bahasa selain mengandalkan aplikasi geogle translate juga cukup terbantu oleh teman-teman orang lokal yang selalu siap sedia menjawab dan membantu saya menerjemahkan dan menjelaskan informasi yang saya butuhkan.

Mengenal Tentang THEM

Pertama kali saya mengetahui keberadaan 'Translate for Her' atau THEM, sebuah platform akses layanan terjemahan dan informasi untuk para perempuan etnis minoritas di Hong Kong dari seorang teman yang mengirimkan tautan beritanya via wa. Teman saya yang baik hati itu meminta saya mencoba menghubungi nomor hotline yang tercantum, agar sewaktu-waktu saya butuh bantuan terjemahan bisa digunakan. 

Saya yang memang kerap penasaran dan memang suka mencari apa-apa yang gratisan (*Eh?) tentu saja tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Layanan terjemah bahasa dan gratis pula adalah sesuatu yang tergolong istimewa bagi saya. Secara sebagai BMI menerjemahkan selembar dokumen di KJRI, saya dan teman-teman mesti bayar mahal loh. Tapi sayangnya percobaan saya pertamanya tidak langsung berhasil, nomor yang tercantum sebagai hotline dan saya hubungi ternyata sedang tidak aktif. Saya sempat sedikit kecewa.

Hingga beberapa minggu kemudian, pesan yang saya kirimkan mendapatkan balasan sekaligus permintaan maaf atas keterlambatan menjawab dan penjelasan tentang THEM secara detail. Gigi Lo, pendiri THEM, mengatakan bahwa tujuan dari dibentuknya komunitas layanan terjemah gratis dan fokus pada kebutuhan para perempuan etnis minoritas ini untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan komunikasi bebas hambatan bagi semua warga etnis minoritas di Hong Kong terutama dalam hal bahasa.

Kehadiran THEM berasal dari kesadaran Gigi atas kenyataan bahwa sebagian besar lembaga atau instansi di HK masih gagal mengatasi kebutuhan para perempuan etnis minoritas (non Cina) yang tidak memiliki kemampuan yang baik dalam berbicara dan membaca tulisan dalam huruf Cina. Akibatnya masih banyak informasi layanan masyarakat yang kurang bisa diakses oleh warga minoritas, meski pada kehidupan sehari-hari (lingkungan kerja dan sekolah) mereka sangat membutuhkannya.

Sedangkan cara pelayanan THEM yang awalnya dimulai dari teman-teman terdekat Gigi sendiri, lebih mengandalkan kemudahan akses internet dan optimalisasi fungsi gatget yang sudah dimiliki nyaris semua orang. Terutama aplikasi WhatsApp, sebuah aplikasi mobile yang sudah biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Hong Kong, yang memungkinkan para relawan penerjemah dan peminta bantuan yang tinggal di tempat yang berbeda-beda bisa untuk menyediakan dan menerima hasil terjemahannya secara cepat dan akurat.

Cara kerjanya sangat sederhana, para pengguna layanan cukup memotret konten (pamflet, buku, naskah dan tulisan-tulisan lainnya) yang ingin diketahui apa artinya dalam bahasa Inggris atau sebaliknya bagaimana cara menuliskan tulisan berbahasa Inggris ke dalam tulisan yang menggunakan huruf Cina dan mengirimkan kepada THEM untuk mendapatkan jawabannya.

Contoh pertanyaan peserta


Contoh jawaban relawan penerjemah


Sependek pengalaman saya bergabung di grup WhatsApp THEM, biasanya pengguna layanan yang saat ini masih didominasi para perempuan asal Pakistan tersebut, mereka lebih banyak menanyakan tentang jawaban pekerjaan rumah dan info sekolah anak-anaknya. Baik dalam bahasa Inggris ke huruf Cina atau sebaliknya dari Huruf Cina ke bahasa Inggris.

Kesempatan Belajar Bahasa Hong Kong

Sebenarnya kalau hanya soal belajar Bahasa Cantonis atau Bahasa Hong Kong secara gratis sudah ada dan diberikan oleh beberapa LSM di HK. Tetapi biasanya kegiatan belajar secara pertemuan tatap muka langsung pada hari dan jam yang sudah dijadwalkan. Dan hal ini kerap menjadi masalah tersendiri, terutama soal pembagian waktu bagi saya dan teman-teman yang notabene bisa mendadak menjadi pengacara (pengangguran banyak acara) pada hari libur yang hanya satu kali dalam seminggu. Jadilah keinginan belajar sangat besar tapi waktu dan kesempatan tidak memungkinkan. 

Belajar Bahasa Cantonis via WA



belajar dengan mendengarkan pesan suara mentor



Program belajar bahasa via WhatsApp yang ditawarkan THEM bisa menjadi solusi tersendiri bagi saya dan teman-teman. Setidaknya saya bisa belajar dengan cara 'silent reader' yang menjadi kebiasaan saya selama ini, tanpa mesti terikat waktu. Meski dengan resiko harus mau terjebak di sebuah grup yang terkadang transportasi komunikasinya bisa membuat hape saya berisik. Untungnya ada solusinya sih, saya bisa memilih seting bisu dan tolak unduh gambar secara otomatis. Fufufu 

Cara belajar bahasa Canton dengan bimbingan mentor menggunakan dua metode yang mudah diikuti. Yakni metode tulisan dengan upload materi dalam bentuk file pdf dan metode suara melalu voice note. Mentor akan menyuarakan cara membaca atau mengucapkan kata-kata yang diajarkan melalui pesan suara dan meminta peserta belajar mengirimkan pesan suara juga untuk mempraktikkan materi sekaligus mengetahui apakah peserta sudah bisa menerima dan menguasai materi yang diberikan atau belum.

Info Untuk Teman-teman BMI di HK

THEM terbuka bagi semua perempuan etnis minoritas di Hong Kong. Jika saat ini mayoritas pengguna layanan adalah para perempuan asal Pakistan itu hanya dikarenakan pendirinya pada awalnya lebih dekat dan berkecimpung di komunitas minoritas asal Pakistan.

Ketika saya bergabung dengan THEM ternyata saya peserta kedua yang berasal dari Indonesia. Dan dua orang itu pun keduanya tidak saling kenal. Maka Gigi banyak bertanya kepada saya tentang apa yang kira-kira menjadi kendala dan kemungkinan dibutuhkan oleh teman-teman BMI di HK yang sekiranya bisa difalitasi oleh komunitas yang dibangunnya.

Selain memaparkan kendala yang sering dihadapi mayoritas BMI di HK, saya juga meminta kepada THEM agar membuat formulir pendaftaran anggota dalam versi Bahasa Indonesia. Tidak berselang lama dari waktu usulan saya, THEM langsung mencari dan mendapatkan relawan asal Indonesia.

Berikut link formulir pendaftaran dalam Bahasa Indonesia

http://gcheese.pandaform.com/pub/jtq1zx/new

Jadi sejauh ini keanggotaan THEM bersifat terbuka bagi siapa saja. Terutama terbuka bagi semua perempuan etnis minoritas di Hong Kong yang membutuhkan layanan terjemah dan ingin belajar Bahasa Cantonis via WhatsApp dan terbuka kepada siapa saja yang ingin bergabung untuk menjadi relawan penerjemah. Menurut yang saya baca di website resminya, sampai hari ini sudah ada lebih dari 50 orang pengguna dan 50 orang relawan penerjemah yang telah bergabung dengan THEM. Keren!

Anda tertarik untuk tahu lebih banyak tentang THEM?

Silakan kunjungi website THEM: translateforher.org

Dan Fanpage THEM di facebook: https://www.facebook.com/them.org.hk/

HK, September 2016

Jumat, 02 September 2016

Lensational; Jendela Mimpi Perempuan Marginal


Pameran Foto di Galery Para Site (Poto Credit by Lensational)

Matahari Minggu pagi masih berpayung mendung ketika seorang teman menyampaikan kabar burung tentang kekecewaan beberapa temannya kepada Lensational yang  programnya sedang kami ikuti. Hal tersebut sempat terungkap dengan jelas di akun media sosial mereka.

Kekecewaan mereka mungkin cukup beralasan, secara pernah merasa ditolak ketika akan bergabung dalam salah satu program Lensational. Padahal saya tahu pasti alasan penolakan tersebut dikarenakan yang bersangkutan dan teman-temannya tidak mengisi formulir pendaftaran yang dibagikan via online. Ketika mereka mendadak datang bersamaan pada hari H, terpaksa ditolak pihak panitia karena memang tempat yang tersedia tidak memadai untuk menampung semua peserta. Panitia memiliki kebijakan bahwa kesempatan belajar lebih diutamakan kepada nama-nama peserta yang sudah terdaftar.

Suasana sesi pembukaan pameran 



Mengenal Lensational


Saya pribadi mulai mengetahui adanya Lensational pada pertengahan Juli 2015, setelah beberapa teman yang saya kenal namanya menghiasi beberapa berita media online Hong Kong dengan tajuk "Behind the lens: Hong Kong domestic helpers discover their hidden talent for photography".


Volunter Lensational sedang evaluasi hasil kerja seusai acara pameran (Doc.pri)

Selanjutnya dari hasil penelusuran di laman google ( http://lensational.org ), saya ketahui pula bahwa Lensational adalah nama perusahaan sosial atau NGO non profit yang sengaja didirikan dengan tujuan untuk memberdayakan perempuan marginal di negara-negara berkembang secara ekonomi dan emosional melalui pelatihan fotografi dan penyediaan kamera digital.

Dalam melakukan pelatihan fotografi untuk para perempuan marginal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan di beberapa negara (Hong Kong, Pakistan, Thailand, Nepal, dll), Lensational mengadakan sistem kemitraan dengan LSM lokal dan para fotografer. Sedangkan untuk penyediaan kamera digital bagi peserta pelatihan yang belum memiliki kamera pribadi, biasanya Lensational menerima sumbangan dan pinjaman kamera dari para donatur dan rekanannya.


Pop Up hasil karya saya hihi 


Awalnya mengenai tujuan pemberdayaan secara emosional melalui fotografi, saya bisa langsung memahaminya. Tetapi untuk pemberdayaan secara ekonomi melalui fotografi saya masih penasaran bagaimana cara Lensational melakukannya. Dari penjelasan para relawan ternyata Lensational membantu anggotanya untuk  menjual barang-barang olahan  fotografi (berupa foto, postcard, gantungan kunci dll) serta saham melalui pameran-pameran, lembaga mitra dan platform online.


Workshop Lensational di Hulu Cuture, 2015 (Doc.pri)



Pengalaman Setahun Menjadi Bagian dari Lensational

Pada awal September 2015, seorang teman memberitahu dan membantu saya mendaftar program belajar (workshop) Lensational yang bekerjasama dengan Hulu Culture, sebuah LSM yang didedikasikan dan fokus untuk melindungi warisan budaya tradisional Hong Kong.


Narsis bersama hasil karya itu sesuatu pfffttt

Dalam program tersebut, dengan bimbingan dua orang fotografer profesional, kami diajak mengenal lebih dekat Sai Kung dan menelusuri sejarah berdiri dan perkembangannya hingga menjadi salah satu kota nelayan terkemuka di Hong Kong yang menjadi tujuan wisata kuliner. Selain itu kami juga diberi materi bagaimana cara menyajikan foto dalam bentuk karya seni lainnya: buku pop up, buku cerita bergambar, kartu ucapan, dan bagaimana konsep penyajian foto dalam sebuah pameran.


Foto hasil jepretan saya dan teman-teman dipamerkan dalam bentuk lampion (Doc.pri)


Beberapa bulan kemudian setelah berakhirnya program, karya foto kami, para peserta program belajar fotografi diikutsertakan dalam pameran bertajuk 'The Hong Kong Jockey Club Heritage × Arts × Design (H.A.D.) Walk Project 2016'. Sebuah acara pameran kebudayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Jockey Club dan Hulu Culture dan tahun ini mengambil tema kehidupan suku tradisional  Haka di wilayah Sai Kung dan Shatin. Foto-foto hasil jepretan kami terselip di pameran tersebut dalam design berbentuk lampion.  


Pengunjung Pameran berpose dengan background foto-foto yang dipamerkan (Doc.pri)

Pengunjung antusias mengambil gambar-gambar yang dipamerkan (Doc.pri)

Sekecil apapun bentuk apresiasi tentunya bisa menjadikan kebahagiaan dan penyemangat tersendiri bagi siapapun. Begitu pula yang terjadi hari Minggu kemarin (28/8), saya dan teman-teman yang tergabung dalam program kelas belajar Lensational 2016, yang kali ini terselenggara atas kerjasama dengan Para Site mendadak berkesempatan untuk pameran foto. Benar-benar mendadak dan minimnya waktu persiapan membuat kami yang notabene para pemula di dunia lensa masih serasa sedang bermimpi saja.

Mini pameran yang diikuti oleh 15 orang peserta, pekerja migran dari Indonesia dan Filipina, dan hanya digelar selama dua hari tersebut sudah cukup untuk memotivasi semangat belajar kami. Apalagi ketika seusai pameran kami ketahui kalau ternyata pameran dadakan tersebut ditujukan sebagai ajang pelatihan dan percobaan kami untuk ajang pameran foto yang lebih besar di tahun depan (Maret 2017).


Para fotografer profesional memberi masukan atas foto-foto yang dipamerkan (Doc.pri)

Jendela Mimpi Perempuan Marginal

Keberadaan Lensational, Para Site, Hulu Culture, dan berbagai LSM yang memberi pendidikan gratis sekaligus kesempatan serta upaya pemberdayaan para perempuan marginal yang berangkat dari minat dan bakat mungkin serupa keberadaan pintu kemana saja si Dora Emon, tapi saya pribadi lebih suka menyebutnya sebagai jendela mimpi.

Sebagaimana sebuah jendela, kita bisa membiarkannya tetap tertutup tanpa sesiapapun bisa melongoknya atau membukanya dan menggunakannya agar ruang mimpi-mimpi kita bisa memiliki sirkulasi udara dan mendapatkan asupan cahaya yang lebih memadai. Hingga pada saatnya nanti, mimpi-mimpi yang bertumbuh itu bisa membuka pintunya sendiri dan siap untuk berlari: unjuk diri.


Para peserta pameran berkesempatan belajar mempresentasikan foto-fotonya (Doc.pri)


Dan melalui catatan ini, sebenarnya saya hanya ingin memperkenalkan dan membagikan jendela mimpi itu kepada teman-teman saya yang lainnya. Terutama yang berminat belajar tentang seni fotografi. Untuk tahun ini Lensational memang sudah tidak membuka pendaftaran murid baru, tapi tahun depan setelah acara ulang tahun Lensational yang keempat pendaftaran program belajar untuk kelas baru pasti akan dibuka kembali.


suasana pameran foto (doc.pri)

Menjawab Beberapa Pertanyaan Teman

Berikut ini beberapa pertanyaan teman-teman yang kerap saya terima dan mungkin menjadi pertanyaan teman-teman lainnya yang tidak berani disampaikan.

Apakah saya boleh bergabung dengan Lensational? 
Silakan. Lensational HK terbuka bagi semua teman-teman di Hong Kong.


Bagaimana caranya untuk bergabung dan apa syaratnya?
Biasanya Lensational mengumumkan pendaftaran untuk program kelas mereka di Fanpage Lensational. Anda bisa langsung mendaftar dengan mengisi formulir yang dibagikan, yang biasanya berisi tentang nama, nomor telpon dan keterangan apakah Anda memiliki kamera digital atau tidak. Syaratnya biasanya perekrutan peserta akan diutamakan yang konsisten dan sungguh-sungguh ingin belajar dengan usaha bisa mengikuti kelas dari awal sampai akhir (tidak membolos atau terkendala untuk mengikuti jadwal belajar yang sudah ditentukan).


Bagaimana kalau saya ingin ikut belajar di kelas fotografi Lensational, tapi saya tidak memiliki kamera? 
Tidak apa-apa. Silakan mendaftar dan memenuhi semua persyaratan yang diminta. Tentang kamera pada saat praktik memotret, pihak Lensational akan meminjamkan kamera digital kepada Anda.


Siapa guru fotografi di Lensational?
Fotografer sebagai mentor di program Lensational tidak hanya satu orang dan biasanya berganti-ganti tergantung dengan LSM , Studio atau Fotografer mana mereka bekerjasama.


Di mana tempat belajar Lensational?
Tempat belajar Lensational juga tidak tetap, tergantung dengan siapa dan di mana mereka mengadakan programnya.


Apakah saya harus mengeluarkan biaya untuk mengikuti program belajar Lensational?
Semua program Lensational gratis alias tidak berbayar.


HK, September 2016






Jumat, 26 Agustus 2016

BMI KORBAN KOREKSI DATA PASPOR BISA BEBAS dari TUNTUTAN PENGADILAN

Gambar palu pengadilan yang saya pinjam dari Mbah Geogle

Setelah para korban koreksi data paspor di Hong Kong berjatuhan; empat belas orang positif dipenjara, dua orang mendapatkan surat peringatan dan puluhan Buruh Migran Indonesia lainnya merasa was-was dan terancam nasibnya. Terbebasnya salah satu BMI korban koreksi data dari tuntutan pengadilan ibarat oase dan menjadi kabar pengharapan bagi BMI HK.


Be smart, guy's!

Kabar yang lekas tersebar dan beredar dengan cepat di kalangan BMI via media sosial ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya bisa membantu penyebaran dan memudahkan akses informasi oleh dan dari siapa saja. Sedangkan sisi negatifnya tak jarang kabar yang beredar sudah mengalami penambahan dan pengurangan di sana sini dan bisa menambah kebingungan. Sebab sudah menjadi tidak jelas lagi kabar mana yang kiranya bisa lebih dipercaya sumbernya.

Jika Anda memang golongan orang-orang yang benar-benar membutuhkan informasi, banyak-banyaklah membaca dan pandai memilah berita. Jangan asal menelan mentah-mentah semua berita tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dulu.

Pahami Dokumen dan Data Pribadi Anda

Koreksi data paspor tidak akan menjadi masalah yang diawali dengan kepanikan akut jika masing-masing pemilik paspor sudah terlebih dulu mengetahui dan memahami isi dokumen dan data pribadinya. Ketidaktahuan yang terjadi biasanya tidak selalu menjadi kesalahan mutlak BMI karena yang bersangkutan biasanya tidak memegang atau menyimpan dokumennya sendiri.

Jadi siapapun Anda, sejak membaca tulisan ini, silakan memeriksa dokumen pribadinya masing-masing. Jika dokumen tersebut tidak sedang di tangan Anda, minimal segera miliki salinannya.

Jika Anda Korban Koreksi Data Paspor

Kecemasan atau ketakutan Anda dalam menghadapi masalah tidak akan bisa membantu menyelesaikan persoalan. Jika sudah diketahui akan terjadi koreksi atas data paspor Anda, segera cari informasi yang bisa dipercaya dan persiapkan diri Anda untuk menghadapinya.

Selain modal informasi yang terpercaya dan persiapan dokumen tambahan yang dibutuhkan, kesiapan mental Anda jauh lebih penting untuk diusahakan. Sebab proses selanjutnya sehubungan koreksi data paspor akan sangat membutuhkan ketenangan dan kesiapan mental. Buang semua keraguan dan percayalah pada diri sendiri jika Anda sebenarnya tidak bersalah.

Sebagai korban, Anda harus bisa konsisten berjuang menolong diri sendiri. Pendampingan dan dukungan dari pihak manapun akan menjadi sia-sia jika Anda sendiri salah langkah atau justru menyerah dan pasrah. Ingatlah, selelah apapun Anda, kegagalan setelah berjuang adalah kemenangan dalam bentuk nama yang lain. 

Koreksi Data Paspor

Ketika renew paspor dan mengalami perbaikan data paspor yang ditengarahi bermasalah, Anda akan diwawancarai atau jika tidak diwawancarai, Anda sendiri yang harus punya inisiatif bertanya kepada Wasdakim (Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian) di KJRI HK untuk membuat BAP dan mendapatkan penjelasan langkah-langkah dalam menghadapi masalah Anda.

Jika pengajuan pengubahan data paspor baru sudah diterima atau sudah mendapatkan persetujuan, Anda akan mendapatkan endorsement dan secara otomatis harus mulai berurusan dengan pihak imigrasi HK untuk keperluan melakukan penyamaan data paspor dan data yang tercatat di Imigrasi HK serta membuat Hong Kong Identity Card (HKID) yang baru.

Sampai pada langkah ini, pertamanya Anda harus bisa menjelaskan masalah dan posisi status kerja Anda secara baik-baik kepada Majikan. Jika memang terkendala urusan bahasa, Anda bisa mencari bantuan kepada orang yang bisa menjadi perantara komunikasi antara Anda dan Majikan. Hal ini penting karena pada proses selanjutnya mau tidak mau masalah Anda akan melibatkan atau minimal diketahui Majikan karena Anda memiliki kemungkinan harus memenuhi panggilan dari pihak Imigrasi Hong Kong pada hari kerja Anda.

Hal yang perlu digarisbawahi JANGAN TAKUT DIPUTUS KONTRAK KERJA karena sebenarnya ketika terjadi koreksi data secara otomatis kontrak kerja Anda dan Majikan putus atau sudah tidak berlaku dengan sendirinya dan harus menyusul diperbaiki datanya (renew contract) setelah Anda mendapatkan HKID yang baru.

Penggantian Data HKID di Imigrasi Hong Kong

Pada website Departemen Imigrasi Hong Kong disebutkan dengan jelas bagaimana cara agar bisa mengubah data pribadi yang muncul di kartu identitas Hong Kong (HKID). Jika Anda perlu mengubah data pribadi pada kartu identitas Anda, Anda harus mengisi formulir aplikasi (ROP73) dan mengirimkannya melalui pos ke alamat Imigrasi HK dengan disertai salinan dokumen pendukung dalam versi terjemahan berbahasa Inggris.

capture rop73

capture rop73


To: 
Registration of Persons General and Statistics Unit
12/F, Immigration Tower
7 Gloucester Road
Wan Chai, Hong Kong


Selain itu, Anda bisa juga mengirimkan formulir aplikasi melalui email resmi Imigrasi HK di eto_rop@immd.gov.hk




Website resmi IMIGRASI HK tempat unduh ROP73


Form ROP 73 adalah Formulir Aplikasi untuk Pendaftaran Pengubahan Data KTP Hong Kong (HKID). Anda bisa mendapatkan formulir tersebut dengan datang langsung ke kantor Imigrasi atau mengunduhnya di website resmi Imigrasi HK.

Setelah menerima pengajuan aplikasi Anda, pihak Imigrasi akan meminta Anda melalui surat untuk menghadiri wawancara guna mengubah dan menghasilkan data dokumen sesuai dokumen asli Anda. Anda harus benar-benar memperhatikan jadwal jam dan tempat wawancara, agar tidak terlambat atau melewatkannya. Sebab jika terjadi hal seperti itu Anda harus mengulang membuat jadwal baru yang artinya mengulur waktu atau apesnya malah bisa dituduh mempersulit kerja Imigrasi HK. Jika permohonan sudah disetujui, pengaturan selanjutnya akan dibikin untuk proses penggantian kartu identitas Anda dan dikenakan biaya HK$ 460.

Sesi Wawancara oleh Imigrasi Hong Kong

Ketika Anda menghadiri sesi wawancara dengan Imigrasi HK, usahakan Anda bersikap tenang dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan tanpa berbelit-belit. Apapun jawaban dan pernyataan Anda, Anda harus konsisten dan tidak berubah-ubah (mencla-mencle). Karena biasanya untuk menguji kebenaran jawaban Anda, pihak penyelidik (petugas yang mewawancarai Anda) akan menanyakan hal yang sama dalam versi kalimat yang berbeda. Anda punya hak untuk tidak menjawab jika ragu atau tidak memahami maksud dari pertanyaan yang diajukan penyelidik. Sebab data Anda di sesi wawancara inilah yang akan menentukan apakah Anda harus melalui persidangan di pengadilan atau tidak. Kalaupun harus melalui persidangan, hasil wawancara inilah yang nantinya menjadi bahan materi di persidangan.

Pertanyaan yang diajukan petugas penyelidik di Imigrasi dan Hakim di persidangan kurang lebih sama dan akan tetap mengacu pada isian formulir ROP 73
1) Confirm your true identity (Konfirmasi data asli Anda).
2) Why did you report a wrong identity before (Mengapa Anda memiliki kesalahan data).
3) When did you find the mistake (Kapan Anda mengetahui adanya kesalahan data).
4) Why did not amend the mistake before (Mengapa dulu tidak segera memperbarui data).
5) Why do you want the change now (Mengapa baru sekarang melakukan koreksi data).
6. Who publishes the old passport and your new passport and why there can be two different identity (Siapa yang menerbitkan paspor lama dan Paspor baru Anda dan mengapa bisa terjadi ada dua data yang berbeda).


Berikut contoh tanya jawab yang dialami oleh salah satu BMI korban koreksi data paspor yang sudah memenangkan kasusnya dengan hakim di persidangan.

Hakim: "Siapa yang menerbitkan paspor lama dan Paspor baru Anda? Mengapa data paspor Anda bisa berbeda tahun kelahiran 1978 dan 1979?"

BMI: "Yang menerbitkan paspor saya pemerintah Indonesia,  dan saya tidak tahu kenapa datanya bisa berbeda. Saya tahunya data saya yang benar adalah saya lahir tahun 1978."

Hakim: "Kapan Anda memiliki paspor baru dengan data berbeda?"

BMI: "Satu minggu sebelum visa saya habis."

Hakim: "Apa yang Anda lakukan ketika pertama kali mengetahui data Anda menjadi berbeda?"

BMI: "Saya bertanya kepada petugas di KJRI kenapa data saya bisa berbeda. Dan KJRI kemudian malah meminta balik paspor saya."

Hakim: "Kemudian apa tindakan Anda, setelah mendapati data yang berbeda dengan sebelumnya? Apa keterangan yang diberikan KJRI atas dokumen Anda?"

BMI: "Saya sudah beberapa kali menanyakan tentang data saya yang menjadi berbeda, tapi pihak  KJRI hanya mengatakan kalau semua itu tanggung jawab mereka yang akan menjelaskan ke Imigrasi Hong Kong. KJRI hanya menyuruh saya agar segera ke kantor Imigrasi di Wancai dengan membawa paspor baru dan surat keterangan dari mereka untuk melaporkan perbaikan data."

Hakim: "Kesan apa yang pertama kali Anda rasakan?"

BMI: "Saya bingung, kenapa data saya yang keluar menjadi berbeda  dari sebelumnya, 1978 menjadi 1979. Padahal saat saya mengisi formulir permohonan perpanjangan paspor dengan isian tahun kelahiran saya 1978. Dan memang data tersebut yang asli sejak awal dan bisa dibuktikan dengan dokumen lain yang pernah saya miliki."


Dari contoh tanya jawab yang saya kutip dari sumbernya tersebut, bisa kita lihat bahwa dari semua keterangan yang diutamakan adalah kesesuaian pengakuan dengan data asli (data  paspor yang pertama dibuat dan sudah sesuai akte dan ijazah serta dokumen lainnya) dan konsistensi atas jawaban Anda sendiri.

Tidak Ada Jaminan Kebebasan

Puluhan korban koreksi data yang saat ini telah dipenjara sebelum pada akhirnya nanti akan dideportasi adalah bukti bahwa tidak pernah benar-benar ada jaminan atas kebebasan bagi korban koreksi data paspor baik dari pemerintah Indonesia juga pemerintah Hong Kong.

Capture surat pengantar dari KJRI HK







Jika masalah koreksi data adalah hal mudah, semudah jawaban KJRI Hong Kong yang mengaku akan bertanggung-jawab tetapi jawabnya hanya sebatas lembaran surat pengantar yang berisi keterangan tidak jelas dan berputar-putar. Alih-alih surat endorsement akan bisa meringankan tanggungan korban tapi kenyataannya justru sebaliknya. Lembaran surat keterangan yang isinya bertele-tele dari KJRI  justru bisa menjadi lembaran bukti tambahan yang menjatuhkan korban.

Surat keterangan pengantar dari KJRI HK dan juga surat keterangan berkelakuan baik selama bekerja dari Majikan bukanlah jaminan kebebasan untuk korban koreksi data. Keduanya adalah lembar dokumen tambahan yang mesti Anda lampirkan sebagai penguat kesaksian dalam bentuk tertulis saja. Dan untuk selanjutnya semua masalah tetap menjadi tanggungan penuh pribadi Anda. Siapapun dan apapun organisasi atau pihak manapun yang mendampingi Anda akan hanya berfungsi sebagai penyemangat sekaligus pengingat agar Anda bisa fokus kepada jalan penyelesaian kasus.

Menjadi Rujukan dan Perbandingan Pembelajaran

Mungkin setelah membaca tulisan panjang saya ini, Anda masih akan bertanya-tanya apa maksud saya memaparkan keterangan di atas? Saya hanya sedang berusaha membagikan Informasi secara terbuka kepada Anda agar kiranya bisa menjadi bahan  rujukan dan perbandingan serta pembelajaran untuk kasus-kasus serupa.

Jika Anda mencermati apa yang saya paparkan akan terbaca jelas bahwa kasus koreksi data yang sudah melewati proses panjang dan beberapa kali jadwal persidangan sejak awal Oktober 2015 hingga Agustus 2016 dan akhirnya berbuah kemenangan oleh korban tersebut sebenarnya kunci kemenangan ada pada fakta bahwa koreksi data di KJRI HK sebenarnya melakukan kesalahan yang berbuah masalah bagi korban. Data tahun kelahiran korban sudah benar 1978 tapi dikoreksi dan diubah menjadi 1979!  #gleg!

Pelajaran penting bagi teman-teman BMI di Hong Kong dari kasus ini adalah siapa pun yang berbuat kesalahan tetap BMI yang bersangkutan yang harus berjuang membela dan bersaksi bagi dirinya sendiri dan membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Meski melewatkan proses penyelesaian kasus yang berbelit-belit dan harus menunggu berbulan-bulan dengan status sebagai terdakwa pastinya bisa  menguras energi dan menyisakan trauma tersendiri bagi yang menjalani.

Untuk teman-teman JBMI dan Mission For Migrant Workers serta organisasi-organisa progresif lainnya semoga kemenangan kasus ini bisa menjadi penyemangat untuk terus mengkampanyekan dan melakukan pendampingan kepada teman-teman BMI yang sedang menghadapi masalah serupa.

Dan semoga kasus ini juga menjadi pelajaran berharga untuk KJRI Hong Kong agar kedepannya semakin teliti dan hati-hati serta bekerja secara lebih profesional lagi ketika melayani dan melakukan koreksi data paspor. Tak ada gading yang tak bisa retak, jadi bisa saja terjadi kesalahan pada koreksi data yang dilakukan oleh KJRI. Kesalahan itu misalnya akibat salah ketik atau hal kecil lainnya. Tapi jika sudah diketahui bisa terjadi tentunya juga bisa diantisipasi dan dicari jalan keluarnya.

Contohnya ada pada kasus tersebut di atas, pokok permasalahan adalah pada data tahun kelahiran1978 diubah menjadi 1979. Bisa jadi (menurut analisa pribadi penulis) masalah sebenarnya hanya kesalahan ketik dari petugas pelayanan pembuatan paspor dan bisa dicari jalan penyelesaiannya dengan petugas mengakui kesalahan kemudian menerbitkan ulang paspor dengan data yang benar. Maka urusan akan selesai dengan sendirinya tanpa perlu memaksa korban melewati proses berliku di Imigrasi dan pengadilan Hong Kong yang sebenarnya tidak diperlukan. 

Lha mau perlu gimana coba, Cah, wong data aslinya loh sebenarnya sudah asli dan benar. *Tepuk jidat Mukidi.

Hong Kong, Agustus 2016

*Untuk menghindari reaksi seperti pada tulisan-tulisan saya sebelumnya yang menjadikan korban atau narasumber saya sebagai sasaran intimidasi, jika ada yang merasa dirugikan oleh tulisan saya ini, silakan hubungi saya via WhatsApp di +85266006504