Laman

Kamis, 13 April 2017

Ada Apa Dengan KTKLN, e-KTKLN dan SISKOTKLN?

Dalam beberapa minggu terakhir ini, isu tentang adanya pencekalan penerbangan terhadap BMI karena KTKLN kembali merebak dan meresahkan teman-teman BMI di beberapa negara penempatan.

BMI yang berencana cuti mendadak bingung mencari tahu kesana kemari, dan saking banyaknya info dari katanya-katanya yang mereka terima malah mengakibatkan kepanikan. Sedangkan BMI yang tidak berencana cuti juga ikutan bingung, maksudnya peduli dan ingin membantu teman-teman yang butuh info tapi jatuhnya malah sibuk menebar berita yang belum jelas, yang sumbernya juga hanya dari 'katanya-katanya".

Untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi, ada baiknya kita belajar memahami peraturan yang ada.

Apa itu KTKLN?

Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri atau yang disingkat KTKLN adalah kartu identitas bagi TKI yang memenuhi prosedur untuk bekerja di luar negri.

Hadirnya KTKLN di tahun 2011 dimulai dengan adanya Peraturan
Kepala Badan Nasional Penempatan Dan
Perlindungan TKI Nomor PER.04/KA/V/2011. Peraturan yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia; Moh Jumhur Hidayat, tersebut berisi tentang Petunjuk Teknis TKI yang Bekerja Secara Perseorangan/ Mandiri.

Sumber dasar hukum dari terbitnya peraturan tersebut adalah peraturan-peraturan yang sebelumnya sudah pernah ada, yakni:

- Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

- Peraturan Presiden RI Nomor 81 tahun 2006 tentang Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

- Instruksi Presiden RI Nomor 06 tahun 2006 tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri.

- Peraturan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nomor PER 43/KA/SU-OKH/XII tahun 2007 tentang Tugas Fungsi dan Uraian Tugas Unit Eselon I, II, III dan IV di lingkungan BNP2TKI.

- Peraturan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nomor PER-44/KA/XI/2008 tentang Petunjuk Teknis Mekanisme Pelayanan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

- Surat Edaran Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nomor SE 03/KA/VIII/2009 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri.

KTKLN Ditolak Sebelum Menembak

Andai saja KTKLN itu nama orang, orang tersebut pasti patah hatinya karena ditolak gebetannya yang bernama BMI berkali-kali sebelum sempat menembak. Nah loh?!

Tetapi penolakan BMI terhadap KTKLN atau yang sering disebut BMI sebagai kartu setan itu bukan tanpa alasan. Kartu yang memuat data identitas TKI berupa foto, sidik jari (dua jari kanan-kiri), paspor, asuransi, uji kesehatan, PPTKIS, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetisi, perjanjian kerja, jenis pekerjaan, nama negara penempatan, masa berlaku kartu, tempat penerbitan, tanggal berangkat dan embarkasih/debarkasih ini selain tidak terbukti ada kegunaannya juga merepotkan sekali proses pengurusannya. Terutama untuk BMI yang pulang  cuti dan tinggal jauh dari tempat pembuatan KTKLN, selain membuang-buang​ tenaga, waktu dan uang juga rentan kasus pemerasan dan pungutan liar (pungli).

Penghapusan KTKLN

Presiden Jokowi memutuskan dan mengintruksikan penghapusan setelah menerima banyaknya laporan dan keluhan TKI menyoal KTKLN. Masa berlaku KTKLN dalam bentuk fisik 'sebuah kartu' itu resmi berakhir di bulan Mei 2015

Munculnya Hantu Baru Bernama e-KTKLN

Berhubung KTKLN sebenarnya adalah amanat Undang-undang 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri. Sebelum undang-undang yang menjadi sumbernya dihapuskan atau direvisi dengan menghilangkan poin yang mengamanatkan pendataan, maka sebagaimana persoalan overcharging, KTKLN tidak akan pernah benar-benar bisa mati dengan tenang.

Seiring terbitnya Permenaker No. 07 Tahun 2015 yang mengubah paradigma dalam penerapan pendataan TKI yang sebelumnya: 'TKI wajib mencatatkan diri' menjadi 'Negara wajib mendata TKI'. Maka KTKLN pun hidup kembali dengan wajah baru bernama e-KTKLN melalui Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN).

"KTKLN fisik kartunya memang ditiadakan dan penginputan data TKI menjadi gratis tapi soal pembayaran asuransi masih wajib dibayarkan oleh TKI sesuai ketentuan yang berlaku," begitulah kalimat Nusron yang dulu pernah dikutip sebuah media di pertengahan tahun 2015.

Pahami Informasi Sebelum Mendadak Sensi

KTKLN sudah resmi tidak berlaku, tapi sebaliknya keberadaan e-KTKLN resmi dimulai. Pengumuman sudah disampaikan pemerintah, selanjutnya apakah berita hanya akan menjadi angin lalu atau menjadi pengetahuan tentunya tergantung kepentingan kepada masing-masing orang yang bersangkutan.

Dibandingkan KTKLN, e-KTKLN entah karena memang diterima atau justru tidak dipedulikan keberadaannya, yang pasti sejak kehadiran resminya e-KTKLN tidak menuai penolakan dari BMI. Sepi.

Menurut hasil survei yang dilakukan  Independen Konseling BMI Hong Kong, sekitar 350-an orang BMI yang pernah cuti dalam kurun waktu akhir 2015, 2106 dan awal 2017 mengaku tidak lagi berurusan dengan KTKLN. Baik ketika di Bandara Kedatangan ataupun di Bandara Keberangkatan ketika akan kembali ke luar negeri, koresponden mengaku tidak ditanya-tanya tentang 'kartu setan'. Aman!

Dikarenakan masih minimnya pengetahuan akan peraturan baru yang sedang berlaku, bebas dari urusan KTKLN membuat sebagian BMI lupa bahwa keamanan itu bisa berarti beragam hal:

1. Aman karena keberuntungan atau karena keteledoran petugas bagian pengecekan data yang ogah-ogahan.

2. Aman karena sebenarnya tanpa sepengetahuan BMI yang bersangkutan datanya masih tercatat atau sudah dibantu memasukkan datanya ke dalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) oleh pihak Agency.

3. Aman karena faktor kelengkapan dokumen yang dibawa BMI. Sehingga petugas tidak perlu memeriksa hal lain-lainnya, meski sebenarnya BMI tersebut tidak memiliki e-KTKLN dan datanya tidak/ belum tercatat dalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN).

Seperti biasa, ketika peraturan pemerintah yang sedang berlaku belum benar-benar dipahami masyarakat, sudah keluar lagi peraturan baru dari pemerintah untuk menggenapi peraturan yang sudah terbit lebih dulu. Hal ini sebenarnya bisa dimaklumi karena memang pihak Pemerintah Indonesia sedang berbenah di semua instansi. Tidak terkecuali instansi pemerintah bagian urusan Keimigrasian.

Demi mencegah dan meminimalisasi kasus pedagangan manusia (human trafficking), Departemen Keimigrasian Indonesia per Februari 2017 semakin memperketat pemeriksaan data warganya yang hendak berpergian ke luar negeri, tidak terkecuali untuk BMI. Dan hal inilah yang kemudian menjadi bahan berita hoak dan membuat isu KTKLN mendadak merebak. Rasa sensi mengalahkan ingatan akan pentingnya untuk cross cek informasi.

Memang benar telah terjadi beberapa pencekalan kepada BMI yang cuti dan BMI yang hendak berangkat bekerja ke luar negeri. Pencekalan itu bukan karena KTKLN, tapi karena yang bersangkutan tidak memiliki dokumen lengkap sebagai bukti ia bekerja secara resmi dan data-data yang bersangkutan belum tercatat di SISKOTKLN. Ingat semua Calon TKI/ BMI yang akan berangkat bekerja ke luar negeri harus melengkapi proses prosedural yang diwajibkan.
Pencekalan dalam pelanggaran hal ini tentunya bisa dibenarkan karena sudah sesuai peraturan pemerintah yang sah!

Menjawab Pertanyaan dan Keresahan Teman-teman BMI

Banyak teman-teman BMI yang bertanya tentang apa saja yang harus dipersiapkan ketika pulang cuti.

1. Hati! Yup siapkan hati Anda agar tenang dan tidak berpikir yang bukan-bukan.

2. Siapkan kelengkapan dokumen Anda; Tiket Pesawat, Paspor dan visa, Kontrak Kerja dan tambahkan Surat Cuti jika ada.

3. Jika ada waktu dan Anda merasa perlu untuk mengetahui data Anda apakah sudah tercatat di SISKOTKLN atau belum.
Silakan buka  www.bnp2tki.go.id dan masukkan nomor paspor atau nama Anda di kolom pengecekan data untuk memastikan apakah data Anda sudah terdaftar atau belum.

4. Jika data Anda sudah terdaftar di SISKOTKLN meskipun e-KTKLN Anda expired, ketika Anda pulang cuti TIDAK PERLU mengurus lagi.

5. Jika Anda tidak bisa menemukan data Anda di SISKOTKLN bisa jadi itu disebabkan:

~ Anda salah memasukkan nomor paspor atau nama Anda.

~ Data Anda sudah ada tapi ada kesalahan / perbedaan pengetikan ketika memasukkannya sehingga tidak bisa ditemukan datanya.

~ Data Anda memang tidak tercatat di SISKOTKLN karena pihak Agency/PJTKI Anda sengaja tidak memasukkannya atau bisa juga karena mereka tidak punya akses (security code) untuk memasukkan data Anda sebab mereka bukan Agency/PJTKI resmi.

Apapun itu fakta yang Anda temukan Jangan Panik! Kepanikan hanya akan membuat Anda kesulitan mencerna dan memahami informasi.

Bagaimana caranya agar data saya bisa terdaftar di SISKOTKLN? Apa yang sebaiknya harus saya lakukan?

Pertama, jika Anda ingin memasukkan data Anda ke dalam SISKOTKLN:
Anda bisa bertanya dan meminta Agency/PJTKI Anda untuk mendaftarkannya karena hal ini jika merujuk kepada peraturan yang ada adalah menjadi kewajiban dan tanggung jawab mereka!

Kedua, mulai pahami pokok permasalahan di sekitar Anda. Kenapa bisa ada tuntutan Hapus atau Revisi UU39/2004, KTKLN, E-KTKLN dan  SISKOTKLN. Jika Anda sudah paham, pikirkan apa yang semestinya Anda lakukan.

Anda bisa menjadikan tulisan ini sebagai bahan belajar, kemudian mengabaikan urusan ini tapi tetap hati-hati agar tidak bermasalah. Atau Anda bisa bergabung dengan semua Aksi Massa BMI untuk menolak semua jenis peraturan yang diskriminatif dan merugikan BMI di manapun berada. 

HK, 12 Maret 2017


 

Rabu, 05 April 2017

Pahami dan Gunakan Hak Diam Anda Ketika Berurusan dengan Hukum!

Mengenal Istilah Miranda Rules

Jika Anda pernah menonton film atau drama yang di dalamnya ada adegan penangkapan oleh polisi, pasti Anda pernah mendengar ucapan; "Anda berhak diam, dan apa pun yang Anda katakan bisa digunakan sebagai bukti di pengadilan!"

Kalimat tersebut sebenarnya bukan sekadar rekayasa dialog, tapi  itulah yang dinamakan penerapan aturan (rules) yang dalam hukum  lebih dikenal dengan istilah Miranda Warning. Miranda Warning merupakan hak minimal yang harus diberitahukan oleh polisi kepada tersangka ketika melakukan penangkapan.

Miranda Warning merupakan bagian dari Miranda Rules, yakni suatu prinsip hukum acara pidana di Amerika Serikat yang berasal dari kasus Miranda vs Arizona pada tahun 1966 yang akhirnya memunculkan Amandemen Kelima Bill of Rights dan kemudian selanjutnya diterapkan (hampir) secara global (mendunia), termasuk di Hong Kong dan Indonesia.

Hak Anda jika ditangkap Polisi secara mendadak.

Berhubung sebagian besar dari kasus yang terjadi dan dialami BMI HK adalah mendadak ditangkap polisi karena 'laporan majikan atas tuduhan pencurian barang', maka sudah semestinya teman-teman BMI HK mengetahui dan memahami hak yang dimiliki.

Pertama, Anda memiliki hak untuk diberitahu oleh petugas polisi atas alasan apa mereka menangkap Anda. Jika polisi tidak bisa memberitahu alasan penangkapan,  penangkapan itu sendiri bisa melanggar hukum. Namun, bisa juga ada kemungkinan alasan penangkapan sengaja dirahasiakan terlebih dulu dan akan diberitahukan kemudian pada saat Anda di-interogasi.

Kedua, Anda memiliki hak untuk diam. Segera setelah penangkapan, polisi harus memberitahu Anda tentang hak Anda untuk tetap diam. Polisi akan mengingatkan Anda dengan mengatakan, "Anda tidak diwajibkan untuk mengatakan apa-apa kecuali jika Anda ingin melakukannya, tapi apa pun yang Anda katakan akan kami masukkan ke dalam catatan dan dapat dijadikan sebagai bukti di persidangan."

Oleh karena mengingat hal itu Anda semestinya memilih apakah Anda akan menjawab atau tidak menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh polisi. Kecuali untuk data paling mendasar, wajib dijawab jika yang ditanyakan polisi adalah nama dan alamat Anda.

Tetapi Anda harus ingat baik-baik bahwa memiliki 'Hak Untuk Tidak Menjawab' atau 'Hak Diam' bukan berarti Anda punya hak menolak untuk ditangkap polisi. Anda juga harus mencatat bahwa dalam Section 101A dari Criminal Procedure Ordinance Hong Kong dengan jelas menyatakan bahwa petugas polisi boleh menggunakan segala cara termasuk yang berupa kekerasan jika dirasa perlu bagi mereka, terutama apabila tersangka menolak ditangkap atau berusaha melawan dan melarikan diri.

Ketiga, selanjutnya Anda memiliki hak untuk meminta pendampingan penerjemah atau menghubungi seseorang yang bisa membantu Anda atau orang yang perlu diberitahu kalau Anda sedang ditahan polisi.

Maksimal Waktu Penahanan Anda

Setelah ditangkap, seseorang akan ditahan di kantor polisi, dan jangka waktu maksimal untuk penahanan tersebut, yakni 48 jam sebelum kemudian diputuskan bebas karena tidak bersalah, bersalah tapi menjadi tahanan luar, atau bersalah dan harus ditahan dan diserahkan kepada pengadilan.

Dan jangka waktu penahanan dapat diperpanjang hingga 72 jam jika ternyata surat perintah penangkapan dan penahanan tersangka sehubungan dengan tujuan akan di-deportasi pihak imigrasi.

Jika polisi ingin menahan seseorang untuk jangka waktu lama, mereka akan membuat aplikasi yang relevan, sebelum kemudian membawa dan menyerahkan tersangka kepada pihak pengadilan untuk proses persidangan.

Ketika Anda diminta untuk membuat pernyataan di Kantor Polisi

Secara umum, hak-hak orang di bawah tahanan ditetapkan dalam dokumen yang disebut "Notice to Persons in Custody." Dokumen ini harus ada dan ditunjukkan di dalam setiap ruangan wawancara kantor polisi. Polisi juga harus menjelaskan kepada orang yang ditahan apa saja isi notice tersebut sebelum melakukan interogasi lebih lanjut dan polisi juga harus memberikan salinan notice kepada orang yang ditahan.

Selain itu orang yang ditahan juga punya hak untuk berkomunikasi dan konsultasi dengan penasihat hukum, membaca dan meneliti ulang isi pernyataan dan meminta menghapus atau mencoret pernyataan yang diperkirakan bisa memberatkan dirinya. Orang yang ditahan juga berhak disediakan atau meminta air minum dan makanan yang cukup jika merasa lapar, juga bisa meminta perawatan medis jika sakit.

Sesi wawancara atau introgasi oleh polisi basanya hanya direkam suaranya atau bisa juga di-video (tergantung pada keadaan dan kebutuhan). Sebelum meminta pernyataan dari orang yang ditahan, polisi harus memberikan Miranda Warning terlebih dulu. Sehingga tersangka dapat memilih apakah akan menjawab atau tidak  menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh polisi.

Selain menggunakan hak diam, tersangka juga dapat meminta untuk mendapatkan pendampingan nasihat hukum agar bisa memutuskan apakah akan terus diam atau menjawab pertanyaan. Jika tersangka ternyata memilih untuk menjawab pertanyaan petugas polisi atau bekerja sama dengan polisi dengan pertimbangan agar hukuman lebih ringan, semua pertanyaan dan jawaban akan ditulis sebagai "Record of Interview" atau Berkas Pernyataan Terdakwa. Setelah sesi wawancara dengan polisi selesai, tersangka berhak mendapatkan salinan berkas tersebut.

Hati-hati dan Jaga Diri Anda!

Kepolisian di Hong Kong dibagi sesuai dengan tugasnya, ada polisi bagian penanganan tindak kriminal, polisi bagian imigrasi, polisi bagian pengawasan pengguna jalan dan lain sebagainya. Tetapi apapun bagiannya mereka semua memiliki data secara terpusat yang saling terhubung dan saling bekerjasama. Jadi untuk teman-teman BMI HK, memahami informasi dan mengerti tentang prosedur hukum yang berlaku itu adalah baik, tapi akan lebih baik lagi jika kita semua menghindari terjadinya pelanggaran secara sengaja.

Hak Diam ini sangat penting untuk diketahui. Sebab beberapa ​kasus BMI yang sebenarnya tidak bersalah atau tidak melakukan pencurian barang atau tindak kejahatan lainnya terpaksa harus meringkuk di penjara dan kemudian di-deportasi serta diblacklist karena saat ditangkap atau diinterogasi  yang bersangkutan membuat pernyataan atau menandatangani berkas secara sembarangan.

*Sumber bahan tulisan CLIC Hong Kong

Senin, 03 April 2017

Proses Kontrak Mandiri BMI Hong Kong Ternyata Mudah dan Murah!

Mencari Informasi dari pihak  yang terpercaya itu penting!

Sejak diberlakukan sampai hari ini, kontrak mandiri masih menjadi sesuatu yang 'belum jelas' bagi BMI di Hong Kong. Bukan hanya disebabkan oleh kemalasan teman-teman BMI untuk mencari informasi tapi juga disebabkan oleh faktor lainnya yang kebanyakan hanya berupa desas-desus; kontrak mandiri itu merepotkan, kontrak mandiri hanya bikin BMI mesti wara-wiri, renew kontrak via agen lebih mudah dan murah, dan sebagainya. Saya pun sebenarnya sempat bimbang dengan semua gosip yang sumbernya hanya dari 'katanya' tersebut, sebelum kemudian saya memutuskan untuk mencari informasi lebih jauh.

Semua berawal dari ketika saya membaca tautan Fanpage KJRI HK dan tautan Independen Konseling BMI HK tentang Kontrak Mandiri yang dibagikan teman-teman saya di beranda Facebook. Berhubung saya yang sudah hampir 4 tahun bekerja di satu majikan hendak memperpanjang kontrak lagi, saya pun terpikir untuk mencoba proses kontrak mandiri. Apalagi setelah konseling, saya terngiang kalimat penyemangat dari tim InK, "kalau kamu tidak pernah berani mencoba, maka kamu juga tidak akan pernah tahu rasanya puas pada keberhasilan usahamu sendiri."

Seperti saran dari tim InK, saya datang ke loket pelayanan kontrak mandiri yakni loket nomor 3 lantai dasar KJRI HK untuk bertanya kepastian apakah saya masih bisa mengajukan permohonan kontrak mandiri sementara masa berlaku kontrak kerja saya sudah 'mepet'. Masa kontrak kerja saya akan berakhir awal April, sementara saya baru tahu informasi dan terpikir untuk proses kontrak mandiri pada akhir Februari. Sedangkan menurut info yang saya peroleh, pengajuan perpanjangan kontrak kerja yang semestinya adalah 2-3 bulan sebelum kontrak kerja yang lama berakhir.

Tapi ternyata jawaban dari petugas KJRI HK cukup menenangkan saya, katanya saya masih bisa mengajukan aplikasi renew contract secara mandiri karena estimasi waktu 'proof contract' di KJRI hanya 3-4 hari kerja sedangkan proses di Imigrasi HK estimasi waktunya 2-3 minggu.

Tantangan dan kendala yang harus  dihadapi.

Setelah mendapatkan informasi dan mencatat dokumen apa saja yang saya butuhkan untuk kontrak mandiri, saya pun menyampaikan dan membicarakan rencana saya dengan majikan. Sebab bagaimanapun kontrak kerja adalah kepentingan kami bersama, jadi komunikasi dan kesepakatan antara kami adalah hal utama. Majikan setuju saja untuk proses kontrak secara mandiri asal saya benar-benar bisa mengurusnya.

Namun, ketika majikan saya menyampaikan rencana kami untuk proses renew contract secara mandiri kepada agen, jawaban pihak agen kurang menyenangkan dan membuat majikan sempat ragu-ragu kembali. Menurut pengakuan majikan saya, pihak agen mengatakan kepada mereka bahwa memang benar KJRI HK sudah memberlakukan kontrak mandiri per Januari 2017, tapi sampai saat ini belum ada BMI yang terbukti berhasil atau sukses memproses kontraknya secara mandiri disebabkan karena petugas KJRI HK terkendala masalah bahasa; petugas KJRI HK tidak bisa berbahasa Inggris katanya. Sehingga banyak majikan dan BMI yang kemudian menyerah (give-up) dan kembali menyerahkan proses perpanjangan kontrak kerja mereka kepada agen.

Saya yang mendengar cerita majikan merasa geli sekaligus jengkel kepada agen. Dalam pemikiran saya mana mungkin tidak ada satupun petugas KJRI HK yang bisa berbahasa Inggris, secara pekerjaan yang mereka lakukan berhubungan dengan pihak pemerintahan Hong Kong. Bagaimana cara berkomunikasi mereka jika terkendala masalah bahasa seperti kata agen saya. Saya pun berusaha meyakinkan majikan dan meminta mereka untuk memberi saya kesempatan dan mengabaikan apa kata agen yang tentunya memiliki kepentingan atas proses kontrak kerja kami (baca: kalau kami proses kontrak secara mandiri berarti tidak perlu memakai jasa dan membayar agen).

Kronologi legalisir kontrak kerja di KJRI Hong Kong

Setelah saya pergi mengambil formulir kontrak kerja di lantai 2 Imigrasi Wan Chai, majikan saya membantu mengisi dan menyiapkan semua data yang diperlukan sekaligus membuat copy untuk semua dokumen kami. Isian data di kontrak kerja kami yang berwarna biru tidak harus diketik, maka majikan saya mengisinya dengan tulisan tangan secara hati-hati dan teliti agar tidak ada coretan dan kesalahan data isian.

Dokumen yang mesti kami siapkan beserta copy-nya untuk dibawa ke KJRI HK adalah sebagai berikut:

1. Surat permohonan perpanjangan kontrak kerja dari majikan yang juga berisi pernyataan jaminan tentang pembayaran hak-hak saya selama bekerja kepada mereka.

2. Kontrak kerja baru yang telah kami tandatangani (saya dan majikan) dan dua orang saksi. Saksi dari pihak majikan (Nyonya) adalah suaminya dan saksi dari pihak saya adalah nenek (ibu mertua majikan saya).

Tentang urusan siapa yang berhak dan harus menjadi saksi ini saya sempat kebingungan. Apalagi jika saya harus mencari saksi sesama BMI atau orang lain karena belum tentu ada orang yang mau begitu saja ikut terlibat dan bertanggung jawab dalam urusan saya, karena urusan bersaksi juga membutuhkan copy HKID Card mereka. Tapi kebingungan dan kekhawatiran saya tanpa alasan karena ternyata saksi kedua-duanya boleh dari pihak keluarga majikan. Artinya saksi benar-benar bebas, bisa siapa saja asal terpercaya.

3. Kontrak kerja saya yang lama.

4. Pasfoto terbaru saya dan majikan (ukuran 4×6, latar belakang foto berwana putih). Fotokopi HKID Card, paspor, dan visa kerja saya serta fotokopi HKID Card majikan dan para saksi.

5. Surat keterangan kesehatan saya dari dokter. Untuk mendapatkan surat keterangan sehat ini saya pergi medical ke salah satu klinik yang direkomendasikan oleh majikan. Biaya pemeriksaan kesehatan HKD900 dibayar oleh majikan saya.

6. Surat bukti polis asuransi atas nama saya yang diurus dan dibayar oleh majikan. Majikan membeli asuransi seharga HKD1200.

Setelah semua dokumen yang saya sebutkan di atas terkumpul, pada tanggal 6 Maret saya pergi ke loket pelayanan kontrak mandiri KJRI HK untuk mengajukan aplikasi dan pemeriksaan berkas-berkas saya. Setelah berkas diterima, petugas meminta saya kembali empat hari kemudian, yakni pada tanggal 10 Maret.

Dari petugas di bagian penerimaan dan pemeriksaan berkas tersebut, saya yang datang bersama majikan mendapatkan kepastian bahwa aplikasi kami dinyatakan diterima. Saya diberi formulir pembayaran biaya legalisasi kontrak kerja yang harus dibayar melalui BNI. Biaya legalisasi kontrak tersebut sebesar HKD388 & HKD10 (untuk biaya administrasi di BNI). Setelah membayar biaya legalisasi di BNI, saya menyerahkan bukti pembayaran di loket KJRI HK untuk pengambilan semua berkas saya.

Sampai di sini, majikan saya mengungkapkan perasaannya yang puas dan lega karena proses legalisasi kontrak kerja kami di KJRI ternyata tidak ribet seperti yang dikhawatirkannya.

Kronologi proses pengajuan aplikasi perpanjangan kontrak di Imigrasi Hong Kong

Hari itu juga (10/3) dengan membawa semua berkas yang sudah diperiksa KJRI HK dan melengkapinya dengan dokumen lain yang dibutuhkan, saya bersama majikan langsung pergi ke lantai 3/F Kantor Imigrasi Wan Chai. Kami pergi ke loket 1, loket khusu untuk Contract Renewal with the Same Employer atau Perpanjangan Kontrak dengan Majikan Sama.

Berkas yang kami ajukan ke Imigrasi HK adalah semua berkas yang sudah dilegalisir oleh KJRI HK dan masih harus dilengkapi dengan berkas sebagai berikut;

1. Permohonan visa saya, Extension of stay Application Form for Domestic Helper from Abroad (ID 988A), yang sudah dibantu mengisi datanya oleh majikan dan saya tandatangani.

2. Application for Employment of Domestic Helper Contract (ID 988B) yang sudah diisi dan ditandatangani oleh majikan.

3. Original travel dokumen saya yang berupa copy bagian depan paspor, copy visa dan copy HKID Card saya.

5. Copy of the proof of the employers financial position atau lembar bukti keuangan majikan yang bisa berupa copy surat bukti penghasilan atau tabungan majikan.

6. Copy of the proof of the employers residential address atau lembar bukti alamat majikan yang berupa surat pembayaran gas atau listrik yang terbaru.

Karena kami mengajukan aplikasi kontrak baru melalui sistem dropbox (tanpa booking terlebih dulu), petugas di loket 1 hanya membantu memeriksa kelengkapan berkas-berkas yang kami ajukan. Setelah diperiksa dan dinyatakan lengkap, kami menyerahkan dokumen di loket bagian dropbox.

Yes, kami berhasil!

Setelah menunggu sekitar 3 mingguan, akhirnya pada tanggal 30 Maret kami menerima surat pemberitahuan dari Imigrasi HK yang di alamatkan ke rumah majikan. Surat tersebut berisi keterangan bahwa aplikasi kontrak kerja kami sudah disetujui dan saya bisa datang pada hari dan jam kerja mereka untuk mengambil visa baru saya. Karena dalam surat tersebut tidak disebutkan kepastian jadwal tanggal dan jam, keesokan harinya (31/) saya langsung pergi sendiri (tanpa ditemani majikan) ke Kantor Imigrasi Wan Chai.

Sesampainya di lantai 3/F saya langsung menuju loket nomor 10 seperti yang disebutkan dalam surat yang kami terima. Di loket tersebut saya menyerahkan paspor asli dan surat pemberitahuan dari Imigrasi HK kemudian menunggu panggilan melalui pengeras suara.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, nama saya dipanggil untuk ke loket pengambilan dan pembayaran visa. Saya membayar visa sebesar HKD190.

Kesan dan pesan yang saya dapatkan.

Sebagaimana motivasi yang pernah saya terima, hari ini saya benar-benar merasakan kepuasan tersendiri atas keberhasilan proses kontrak mandiri saya. Bangga, karena saya serasa menjadi juara. Ya, saya menjadi juara karena sudah berhasil mengalahkan rasa takut dan kegamangan diri saya sendiri pada apa yang belum terjadi.

Sampai di titik ini, saya menyadari bahwa ternyata kontrak mandiri itu tidak semenakutkan yang saya dan teman-teman lainnya perkirakan. Asal tahu prosedur dan berusaha melakukan sesuai prosedurnya, semua proses lancar dan mudah.

Dengan proses kontrak mandiri, saya dan majian mendapatkan keuntungan dalam soal penghematan uang. Sebelumnya ketika renew contract, majikan harus membayar HKD2800 dan saya harus membayar 10% (HKD400) dari gaji saya ke agen. Dengan adanya kontrak mandiri, majikan cukup mengeluarkan total uang sebesar HKD2688 sedangkan saya sendiri tidak perlu keluar uang sama sekali.

Tapi lebih dari sekadar penghematan, yang paling saya syukuri saat ini adalah saya juga bisa memetik pelajaran berharga dari pengalaman. Saya menjadi lebih paham urusan kontrak kerja saya dan mendapatkan hikmah bahwa untuk kedepannya saya harus berani mencoba hal baru tanpa perlu ragu untuk gagal. Sebab saya tidak akan pernah tahu rasanya berhasil jika terus dihantui rasa ketakutan pada apa-apa yang belum saya pahami dan saya coba lakukan.

Kepada teman-teman BMI Hong Kong, saya sengaja berbagi cerita ini agar kiranya bisa menjadi motivasi dan contoh bagaimana yang seharusnya dilakukan ketika Anda menginginkan proses kontrak kerja secara mandiri. Jangan ragu untuk mencoba dan memanfaatkan kesempatan yang ada!

Hong Kong, 2 April 2017

*Cerita di atas dituliskan seperti yang sudah dituturkan Angel kepada Arista.

Penulis bisa dihubungi melalui email periungu.devi7@gmail.com atau melalui WhatsApp 66006504



Senin, 23 Januari 2017

#KF5 Judul yang Melintas di Ingatan


Tiga film paling berkesan bagi saya? Kesan-kesannya sih kalau selesai nonton apapun gitu biasanya nggak bisa dijabarkan panjang lebar tapi cukup saya rasakan. Tapi biasanya jika ada yang mengesankan itu memang sulit dilupakan. So, 3 film ini saya pilih hanya berdasarkan judul apa yang paling cepat melintas di ruang ingatan saya ketika berusaha mengingat film yang pernah saya tonton.

1. Eat  Pray Love

Yah, begitulah cerita cinta itu. Sejak dahulu kala punya keunikan sendiri. Dan cerita dalam film ini sukses menginspirasi saya agar percaya cinta sejati itu ada sekaligus nantangin kapan nih saya bisa traveling.

2. Lost and Love

Karena Film yang dibintangi Andy Lau dan merupakan kisah yang berbasis cerita nyata tentang anak-anak korban trafficking dan para orang tua yang kehilangan dan mencari-cari dan merindukan anaknya ini benar-benar mengharu biru alias sukses bikin saya mewek di dalam gedung bioskop. Pesan yang tersurat pun kekinian banget, meminta masyarakat lebih peduli sekitarnya. Sebab penculikan, penganiayaan dan berbagai kejahatan lainnya sebenarnya bisa diminimalisir dan dicegah andai masyarakat mau berpartisipasi dan peduli pada hal-hal di sekitarnya.

3. Star Wars

Kesan tentang film ini? Ya pokoknya saya suka. Gitu saja. Pingin banget sih ikutan masuk ke dunia stormtrooper dan membuka helm mereka satu persatu.

HK, 23 Januari 2016

Minggu, 22 Januari 2017

#KF4 KLIK!


Bougenvil berbunga ungu memagari jalur batu berliku. Bayangan reranting yang jatuh di jalanan, terlihat seperti arsiran pensil di atas kertas bermotif abstract. Langkah-langkah kaki kami yang perlahan di bebatuan terdengar seperti suara ketukan pintu seseorang. Apakah mungkin saat itu kami sebenarnya sedang saling mengetuk pintu hati dan meminta masuk tanpa perlu percakapan lagi?

Awalnya kami tak sengaja bertatap mata. Hanya beberapa detik saja, tapi terasa berjam-jam lamanya. 'Klik'! Katup bilik jantung saya terbuka, membuat detaknya lebih berdegup seketika. Dia melihat ke arah saya, ke arah pepohonan, lalu melirik ke arah saya lagi. Hal yang sama yang saya lakukan. Kami seakan sama-sama melupakan buku yang sedang kami baca. Untungnya kami masih ingat memasukkan lembaran  jendela dunia itu ke dalam tas sebelum meninggalkan bangku kayu masing-masing. Untuk mengenali dan mendekati sesuatu yang asing yang menarik-narik genit seperti magnit.

Bukankah semua hal yang dikenal orang-orang sebelumnya adalah asing bagi mereka? Jika begitu apakah salah jika dalam hitungan beberapa menit saja, kami seperti sudah saling mengenal ribuan tahun sebelumnya?

HK, 22 Januari 2017