Laman

Jumat, 26 Agustus 2016

BMI KORBAN KOREKSI DATA PASPOR BISA BEBAS dari TUNTUTAN PENGADILAN

Gambar palu pengadilan yang saya pinjam dari Mbah Geogle

Setelah para korban koreksi data paspor di Hong Kong berjatuhan; empat belas orang positif dipenjara, dua orang mendapatkan surat peringatan dan puluhan Buruh Migran Indonesia lainnya merasa was-was dan terancam nasibnya. Terbebasnya salah satu BMI korban koreksi data dari tuntutan pengadilan ibarat oase dan menjadi kabar pengharapan bagi BMI HK.


Be smart, guy's!

Kabar yang lekas tersebar dan beredar dengan cepat di kalangan BMI via media sosial ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya bisa membantu penyebaran dan memudahkan akses informasi oleh dan dari siapa saja. Sedangkan sisi negatifnya tak jarang kabar yang beredar sudah mengalami penambahan dan pengurangan di sana sini dan bisa menambah kebingungan. Sebab sudah menjadi tidak jelas lagi kabar mana yang kiranya bisa lebih dipercaya sumbernya.

Jika Anda memang golongan orang-orang yang benar-benar membutuhkan informasi, banyak-banyaklah membaca dan pandai memilah berita. Jangan asal menelan mentah-mentah semua berita tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dulu.

Pahami Dokumen dan Data Pribadi Anda

Koreksi data paspor tidak akan menjadi masalah yang diawali dengan kepanikan akut jika masing-masing pemilik paspor sudah terlebih dulu mengetahui dan memahami isi dokumen dan data pribadinya. Ketidaktahuan yang terjadi biasanya tidak selalu menjadi kesalahan mutlak BMI karena yang bersangkutan biasanya tidak memegang atau menyimpan dokumennya sendiri.

Jadi siapapun Anda, sejak membaca tulisan ini, silakan memeriksa dokumen pribadinya masing-masing. Jika dokumen tersebut tidak sedang di tangan Anda, minimal segera miliki salinannya.

Jika Anda Korban Koreksi Data Paspor

Kecemasan atau ketakutan Anda dalam menghadapi masalah tidak akan bisa membantu menyelesaikan persoalan. Jika sudah diketahui akan terjadi koreksi atas data paspor Anda, segera cari informasi yang bisa dipercaya dan persiapkan diri Anda untuk menghadapinya.

Selain modal informasi yang terpercaya dan persiapan dokumen tambahan yang dibutuhkan, kesiapan mental Anda jauh lebih penting untuk diusahakan. Sebab proses selanjutnya sehubungan koreksi data paspor akan sangat membutuhkan ketenangan dan kesiapan mental. Buang semua keraguan dan percayalah pada diri sendiri jika Anda sebenarnya tidak bersalah.

Sebagai korban, Anda harus bisa konsisten berjuang menolong diri sendiri. Pendampingan dan dukungan dari pihak manapun akan menjadi sia-sia jika Anda sendiri salah langkah atau justru menyerah dan pasrah. Ingatlah, selelah apapun Anda, kegagalan setelah berjuang adalah kemenangan dalam bentuk nama yang lain. 

Koreksi Data Paspor

Ketika renew paspor dan mengalami perbaikan data paspor yang ditengarahi bermasalah, Anda akan diwawancarai atau jika tidak diwawancarai, Anda sendiri yang harus punya inisiatif bertanya kepada Wasdakim (Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian) di KJRI HK untuk membuat BAP dan mendapatkan penjelasan langkah-langkah dalam menghadapi masalah Anda.

Jika pengajuan pengubahan data paspor baru sudah diterima atau sudah mendapatkan persetujuan, Anda akan mendapatkan endorsement dan secara otomatis harus mulai berurusan dengan pihak imigrasi HK untuk keperluan melakukan penyamaan data paspor dan data yang tercatat di Imigrasi HK serta membuat Hong Kong Identity Card (HKID) yang baru.

Sampai pada langkah ini, pertamanya Anda harus bisa menjelaskan masalah dan posisi status kerja Anda secara baik-baik kepada Majikan. Jika memang terkendala urusan bahasa, Anda bisa mencari bantuan kepada orang yang bisa menjadi perantara komunikasi antara Anda dan Majikan. Hal ini penting karena pada proses selanjutnya mau tidak mau masalah Anda akan melibatkan atau minimal diketahui Majikan karena Anda memiliki kemungkinan harus memenuhi panggilan dari pihak Imigrasi Hong Kong pada hari kerja Anda.

Hal yang perlu digarisbawahi JANGAN TAKUT DIPUTUS KONTRAK KERJA karena sebenarnya ketika terjadi koreksi data secara otomatis kontrak kerja Anda dan Majikan putus atau sudah tidak berlaku dengan sendirinya dan harus menyusul diperbaiki datanya (renew contract) setelah Anda mendapatkan HKID yang baru.

Penggantian Data HKID di Imigrasi Hong Kong

Pada website Departemen Imigrasi Hong Kong disebutkan dengan jelas bagaimana cara agar bisa mengubah data pribadi yang muncul di kartu identitas Hong Kong (HKID). Jika Anda perlu mengubah data pribadi pada kartu identitas Anda, Anda harus mengisi formulir aplikasi (ROP73) dan mengirimkannya melalui pos ke alamat Imigrasi HK dengan disertai salinan dokumen pendukung dalam versi terjemahan berbahasa Inggris.

capture rop73

capture rop73


To: 
Registration of Persons General and Statistics Unit
12/F, Immigration Tower
7 Gloucester Road
Wan Chai, Hong Kong


Selain itu, Anda bisa juga mengirimkan formulir aplikasi melalui email resmi Imigrasi HK di eto_rop@immd.gov.hk




Website resmi IMIGRASI HK tempat unduh ROP73


Form ROP 73 adalah Formulir Aplikasi untuk Pendaftaran Pengubahan Data KTP Hong Kong (HKID). Anda bisa mendapatkan formulir tersebut dengan datang langsung ke kantor Imigrasi atau mengunduhnya di website resmi Imigrasi HK.

Setelah menerima pengajuan aplikasi Anda, pihak Imigrasi akan meminta Anda melalui surat untuk menghadiri wawancara guna mengubah dan menghasilkan data dokumen sesuai dokumen asli Anda. Anda harus benar-benar memperhatikan jadwal jam dan tempat wawancara, agar tidak terlambat atau melewatkannya. Sebab jika terjadi hal seperti itu Anda harus mengulang membuat jadwal baru yang artinya mengulur waktu atau apesnya malah bisa dituduh mempersulit kerja Imigrasi HK. Jika permohonan sudah disetujui, pengaturan selanjutnya akan dibikin untuk proses penggantian kartu identitas Anda dan dikenakan biaya HK$ 460.

Sesi Wawancara oleh Imigrasi Hong Kong

Ketika Anda menghadiri sesi wawancara dengan Imigrasi HK, usahakan Anda bersikap tenang dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan tanpa berbelit-belit. Apapun jawaban dan pernyataan Anda, Anda harus konsisten dan tidak berubah-ubah (mencla-mencle). Karena biasanya untuk menguji kebenaran jawaban Anda, pihak penyelidik (petugas yang mewawancarai Anda) akan menanyakan hal yang sama dalam versi kalimat yang berbeda. Anda punya hak untuk tidak menjawab jika ragu atau tidak memahami maksud dari pertanyaan yang diajukan penyelidik. Sebab data Anda di sesi wawancara inilah yang akan menentukan apakah Anda harus melalui persidangan di pengadilan atau tidak. Kalaupun harus melalui persidangan, hasil wawancara inilah yang nantinya menjadi bahan materi di persidangan.

Pertanyaan yang diajukan petugas penyelidik di Imigrasi dan Hakim di persidangan kurang lebih sama dan akan tetap mengacu pada isian formulir ROP 73
1) Confirm your true identity (Konfirmasi data asli Anda).
2) Why did you report a wrong identity before (Mengapa Anda memiliki kesalahan data).
3) When did you find the mistake (Kapan Anda mengetahui adanya kesalahan data).
4) Why did not amend the mistake before (Mengapa dulu tidak segera memperbarui data).
5) Why do you want the change now (Mengapa baru sekarang melakukan koreksi data).
6. Who publishes the old passport and your new passport and why there can be two different identity (Siapa yang menerbitkan paspor lama dan Paspor baru Anda dan mengapa bisa terjadi ada dua data yang berbeda).


Berikut contoh tanya jawab yang dialami oleh salah satu BMI korban koreksi data paspor yang sudah memenangkan kasusnya dengan hakim di persidangan.

Hakim: "Siapa yang menerbitkan paspor lama dan Paspor baru Anda? Mengapa data paspor Anda bisa berbeda tahun kelahiran 1978 dan 1979?"

BMI: "Yang menerbitkan paspor saya pemerintah Indonesia,  dan saya tidak tahu kenapa datanya bisa berbeda. Saya tahunya data saya yang benar adalah saya lahir tahun 1978."

Hakim: "Kapan Anda memiliki paspor baru dengan data berbeda?"

BMI: "Satu minggu sebelum visa saya habis."

Hakim: "Apa yang Anda lakukan ketika pertama kali mengetahui data Anda menjadi berbeda?"

BMI: "Saya bertanya kepada petugas di KJRI kenapa data saya bisa berbeda. Dan KJRI kemudian malah meminta balik paspor saya."

Hakim: "Kemudian apa tindakan Anda, setelah mendapati data yang berbeda dengan sebelumnya? Apa keterangan yang diberikan KJRI atas dokumen Anda?"

BMI: "Saya sudah beberapa kali menanyakan tentang data saya yang menjadi berbeda, tapi pihak  KJRI hanya mengatakan kalau semua itu tanggung jawab mereka yang akan menjelaskan ke Imigrasi Hong Kong. KJRI hanya menyuruh saya agar segera ke kantor Imigrasi di Wancai dengan membawa paspor baru dan surat keterangan dari mereka untuk melaporkan perbaikan data."

Hakim: "Kesan apa yang pertama kali Anda rasakan?"

BMI: "Saya bingung, kenapa data saya yang keluar menjadi berbeda  dari sebelumnya, 1978 menjadi 1979. Padahal saat saya mengisi formulir permohonan perpanjangan paspor dengan isian tahun kelahiran saya 1978. Dan memang data tersebut yang asli sejak awal dan bisa dibuktikan dengan dokumen lain yang pernah saya miliki."


Dari contoh tanya jawab yang saya kutip dari sumbernya tersebut, bisa kita lihat bahwa dari semua keterangan yang diutamakan adalah kesesuaian pengakuan dengan data asli (data  paspor yang pertama dibuat dan sudah sesuai akte dan ijazah serta dokumen lainnya) dan konsistensi atas jawaban Anda sendiri.

Tidak Ada Jaminan Kebebasan

Puluhan korban koreksi data yang saat ini telah dipenjara sebelum pada akhirnya nanti akan dideportasi adalah bukti bahwa tidak pernah benar-benar ada jaminan atas kebebasan bagi korban koreksi data paspor baik dari pemerintah Indonesia juga pemerintah Hong Kong.

Capture surat pengantar dari KJRI HK







Jika masalah koreksi data adalah hal mudah, semudah jawaban KJRI Hong Kong yang mengaku akan bertanggung-jawab tetapi jawabnya hanya sebatas lembaran surat pengantar yang berisi keterangan tidak jelas dan berputar-putar. Alih-alih surat endorsement akan bisa meringankan tanggungan korban tapi kenyataannya justru sebaliknya. Lembaran surat keterangan yang isinya bertele-tele dari KJRI  justru bisa menjadi lembaran bukti tambahan yang menjatuhkan korban.

Surat keterangan pengantar dari KJRI HK dan juga surat keterangan berkelakuan baik selama bekerja dari Majikan bukanlah jaminan kebebasan untuk korban koreksi data. Keduanya adalah lembar dokumen tambahan yang mesti Anda lampirkan sebagai penguat kesaksian dalam bentuk tertulis saja. Dan untuk selanjutnya semua masalah tetap menjadi tanggungan penuh pribadi Anda. Siapapun dan apapun organisasi atau pihak manapun yang mendampingi Anda akan hanya berfungsi sebagai penyemangat sekaligus pengingat agar Anda bisa fokus kepada jalan penyelesaian kasus.

Menjadi Rujukan dan Perbandingan Pembelajaran

Mungkin setelah membaca tulisan panjang saya ini, Anda masih akan bertanya-tanya apa maksud saya memaparkan keterangan di atas? Saya hanya sedang berusaha membagikan Informasi secara terbuka kepada Anda agar kiranya bisa menjadi bahan  rujukan dan perbandingan serta pembelajaran untuk kasus-kasus serupa.

Jika Anda mencermati apa yang saya paparkan akan terbaca jelas bahwa kasus koreksi data yang sudah melewati proses panjang dan beberapa kali jadwal persidangan sejak awal Oktober 2015 hingga Agustus 2016 dan akhirnya berbuah kemenangan oleh korban tersebut sebenarnya kunci kemenangan ada pada fakta bahwa koreksi data di KJRI HK sebenarnya melakukan kesalahan yang berbuah masalah bagi korban. Data tahun kelahiran korban sudah benar 1978 tapi dikoreksi dan diubah menjadi 1979!  #gleg!

Pelajaran penting bagi teman-teman BMI di Hong Kong dari kasus ini adalah siapa pun yang berbuat kesalahan tetap BMI yang bersangkutan yang harus berjuang membela dan bersaksi bagi dirinya sendiri dan membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Meski melewatkan proses penyelesaian kasus yang berbelit-belit dan harus menunggu berbulan-bulan dengan status sebagai terdakwa pastinya bisa  menguras energi dan menyisakan trauma tersendiri bagi yang menjalani.

Untuk teman-teman JBMI dan Mission For Migrant Workers serta organisasi-organisa progresif lainnya semoga kemenangan kasus ini bisa menjadi penyemangat untuk terus mengkampanyekan dan melakukan pendampingan kepada teman-teman BMI yang sedang menghadapi masalah serupa.

Dan semoga kasus ini juga menjadi pelajaran berharga untuk KJRI Hong Kong agar kedepannya semakin teliti dan hati-hati serta bekerja secara lebih profesional lagi ketika melayani dan melakukan koreksi data paspor. Tak ada gading yang tak bisa retak, jadi bisa saja terjadi kesalahan pada koreksi data yang dilakukan oleh KJRI. Kesalahan itu misalnya akibat salah ketik atau hal kecil lainnya. Tapi jika sudah diketahui bisa terjadi tentunya juga bisa diantisipasi dan dicari jalan keluarnya.

Contohnya ada pada kasus tersebut di atas, pokok permasalahan adalah pada data tahun kelahiran1978 diubah menjadi 1979. Bisa jadi (menurut analisa pribadi penulis) masalah sebenarnya hanya kesalahan ketik dari petugas pelayanan pembuatan paspor dan bisa dicari jalan penyelesaiannya dengan petugas mengakui kesalahan kemudian menerbitkan ulang paspor dengan data yang benar. Maka urusan akan selesai dengan sendirinya tanpa perlu memaksa korban melewati proses berliku di Imigrasi dan pengadilan Hong Kong yang sebenarnya tidak diperlukan. 

Lha mau perlu gimana coba, Cah, wong data aslinya loh sebenarnya sudah asli dan benar. *Tepuk jidat Mukidi.

Hong Kong, Agustus 2016

*Untuk menghindari reaksi seperti pada tulisan-tulisan saya sebelumnya yang menjadikan korban atau narasumber saya sebagai sasaran intimidasi, jika ada yang merasa dirugikan oleh tulisan saya ini, silakan hubungi saya via WhatsApp di +85266006504

Selasa, 16 Agustus 2016

Lika-Liku Paralegal BMI di Hong Kong


Jika ada yang sempat bertanya-tanya,  selama ini begitu banyak persoalan yang mesti dihadapi BMI HK, sementara menurut kabar yang beredar pelayanan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong masih tergolong buruk, lalu ke mana dan siapa yang selama ini bersedia menjadi tempat bertanya dan membantu BMI yang sedang bermasalah? Jawabnya adalah Paralegal BMI Hong Kong!

 
Mengenal Istilah Paralegal

Paralegal adalah seseorang yang bukan sarjana hukum (berpendidikan khusus tentang hukum), tetapi mengetahui masalah dan memahami tentang advokasi hukum.

Menurut sejarahnya, istilah paralegal pertama kali dikenal di Amerika Serikat sejak tahun 1968 dengan sebutan Legal Asistant. Seseorang yang tugasnya membantu seorang legal (pengacara atau notaris) dalam pemberian konsultasi atau saran hukum kepada klien dan masyarakat, dan bertanggungjawab langsung kepada legal.

Sedangkan di Indonesia paralegal lebih dikenal dan dikembangkan tidak dalam artian sebagai Legal Asistant seperti di Amerika Serikat. Di Indonesia, paralegal merupakan orang yang bekerja untuk organisasi tertentu.

Dikarenakan bekerja untuk organisasi tertentu, maka kelahiran paralegal tentunya melalui proses serangkaian pendidikan secara komprehensif dan berkelanjutan guna membangun kesadarannya, dengan harapan agar selanjutnya ia mampu memperjuangkan pemenuhan hak-hak asasi dari organisasinya melalui aksi pemberian layanan bantuan atau pendampingan hukum.

Eksistensi Paralegal

Sebelum lahirnya Undang-Undang Bantuan Hukum, istilah paralegal tidak ditemukan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Meskipun demikian eksistensinya telah cukup lama dikenal dan berkembang di masyarakat luas. Paralegal sendiri awalnya digagas dan dikembangkan oleh kalangan dari organisasi non pemerintah (non government organization /NGO).

Siapa penggagas dan sejak kapan ada paralegal di Hong Kong, saya pribadi masih kurang jelas. Tetapi saya bisa memastikan jika eksistensi paralegal di Hong Kong sudah ada sejak lama. Hadir seiring bermunculannya organisasi-organisasi progresif BMI HK. Tetapi istilah paralegal sendiri sampai saat ini masih terdengar kurang familiar. Teman-teman BMI di Hong Kong masih lebih akrab menggunakan istilah konselor dan advokasi.

Peran Penting Paralegal

Peran paralegal dalam pemberian layanan bantuan (konseling dan pendampingan) hukum, sangat urgen eksistensinya, mengingat masih banyaknya BMI yang buta hukum, baik hukum di Indonesia pun hukum di Hong Kong. Dan hal ini membuat BMI rentan eksploitasi serta mengalami kesulitan akses terhadap keadilan. Apalagi ketika BMI yang jumlahnya terus meningkat tidak bisa mengharap perhatian sekaligus perlindungan maksimal dari pemerintah (baca: KJRI).

Selama ini paralegal di Hong Kong telah berkontribusi secara nyata baik di lingkup organisasinya sendiri khususnya pun kepada komunitas BMI pada umumnya, salah satu contohnya dalam kasus Erwiana.

Paralegal bukan hanya sekadar menjalankan kerja konselingan tapi juga melakukan kerja advokasi dan pendidikan serta pengorganisasian di komunitas luas agar dapat mendorong tumbuh berkembangnya kesadaran hukum BMI. Hal ini dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat eksistensinya karena didukung oleh kemudahan akses media sosial sebagai ajang bersosialisasi dan berbagi informasi.

Tantangan Menjadi Seorang Paralegal

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, seorang paralegal dilahirkan dan  bekerja untuk organisasinya. Maka jika ada tantangan yang pertama mesti dihadapi oleh paralegal adalah dari organisasinya sendiri. Hal ini berkaitan dengan pengawasan terhadap pelaksanaan kerja-kerja paralegal dan benturan-benturan kepentingan internal.

Mengingat sependek pengalaman saya pribadi juga ditambah curhatan teman-teman yang pernah menjadi tim paralegal, konflik-konflik internal yang kebanyakan terjadi dan sebenarnya hanyalah persoalan individual kerap lebih terasa mengganggu dan melelahkan secara emosional dibandingkan kasus klien yang mesti dibantu dan didampingi proses penyelesaian kasusnya.

Pada sisi eksternal keberadaanya, paralegal dituntut menangani dan memahami secara baik tentang mekanisme dan nilai-nilai etis tugas seorang paralegal. Pun keterbatasan pengetahuan yang dimiliki selalu menuntut paralegal untuk terus membuka mata dan pemikiran lebar-lebar, dan terus belajar baik dari segi teori pun pengalaman praktik serta update terbaru dari hukum perundang-undangan yang berlaku. Sementara di sisi internal, paralegal juga harus berjibaku menghadapi serbuan gelombang emosi yang bisa datang kapan saja dari sudut rasa empati dan simpati terhadap klien (nasib korban) serta bagaimana agar bisa menjaga dan memisahkannya dengan urusan pribadi.

Keberhasilan seorang paralegal atas sebuah kasus kerap menjadi kebanggaan bersama, baik pribadi, organisasi dan korban serta orang-orang di sekitarnya. Tetapi kegagalan atau masalah tambahan atas kasus yang sedang berproses atau ditangani secara otomatis bisa berbalik menjadi pukulan bagi seorang paralegal. Bukan hanya korban yang didampingi tapi organisasi dan orang-orang yang tak memahami duduk persoalan secara baik terkadang juga akan ikut-ikutan menyalahkan. Pfffttt kampreto banget kan?

Harapan Untuk Paralegal BMI

Selain tantangan yang sudah saya sebutkan di atas, yang lebih penting lagi sehubungan eksistensi paralegal adalah belum adanya pengakuan pun legalitas yang kerap dipertanyakan dan cenderung berujung pada resistensi terhadap keberadaan paralegal itu sendiri, sehingga mereka tidak dapat bekerja secara maksimal adalah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah dan mesti dipecahkan bersama.

Adanya legitimasi terhadap eksistensi paralegal, tentunya akan semakin memperkuat eksistensi paralegal, sehingga ke depan mereka dapat berperan secara maksimal dalam kerja-kerja pemberian layanan bantuan dan pendampingan hukum. Misalnya ketika berhadapan dengan agency, KJRI, Labour Tribunal, dll.

Namun saya paham proses untuk sampai kepada legitimasi tentunya tak mudah dan panjang. Setidaknya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi bersama. Di antaranya adalah tentang bagaimana menjamin kapasitas kemampuan paralegal agar sesuai dengan peran dan fungsinya dan bagaimana membuat batas-batas kerja paralegal karena paralegal bukanlah sebuah pekerjaan atau profesi.

Harapan saya semoga saja untuk kedepannya paralegal BMI akan lebih dihargai dan bisa memiliki kapasitas dan integritas yang lebih kuat. Tapi untuk itu tentunya masih perlu mendapatkan pendidikan secara komprehensif dan berkelanjutan dari pihak yang berkompeten, baik mengenai pengetahuan hukum dasar, keterampilan maupun nilai etis seorang paralegal.

Semoga akan ada lembaga pemberi bantuan hukum baik di Indonesia ataupun di Hong Kong yang bersedia memberikan pendidikan khusus bagi paralegal. Atau siapa tahu ada pihak KJRI yang membaca tulisan saya ini dan berkenan menjadikan paralegal BMI sebagai partner kerja untuk menutupi kekurangan SDM mereka. Sebab jika mau jujur diakui, kemampuan paralegal BMI dalam memahami dan menangani berbagai kasus kerap lebih baik dari petugas pelayanan bantuan hukum di KJRI yang hanya mengandalkan pengacara dan tentunya biaya dari uang negara yang tidak sedikit jumlahnya tetapi hasilnya juga tidak seberapa.

HK, 2016

Terapi Seni Marjinal di Victoria Park


Marjinal Feat Melani Subono


Minggu pagi sedang mendung ketika langkah kaki saya sampai di kawasan Causeway Bay (14/08). Semendung wajah sesosok teman baru yang saya temukan di sebuah rumah makan Indonesia.
Teman baru yang duduk dengan bertopang dagu dan tatap mata menerawang itu tak terlihat memesan makanan atau minuman apapun. Rupanya ia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri dan hanya membutuhkan saru sapaan saja agar membuka bendungan air mata yang sudah ditahan-tahannya.

Cerita yang kemudian mengalir keluar seiring tangisan hanya bisa saya jawab dengan pelukan dan penghiburan. Saya tahu teman yang baru saya kenal itu memang tidak butuh jawaban atau saran apapun atas semua keluh kesahnya, ia hanya sedang butuh tempat bercerita dan orang yang sudi mendengar tanpa menyela atau mencelanya. 

Sudah bukan rahasia lagi jika hidup sebagai seorang perantau, apalagi pekerja di luar negeri memang rentan memiliki dan menanggung beban masalah psikologi. Sebab ada banyak hal kompleks yang kerap tak terungkap yang pada akhirnya bisa mengendap menjadi timbunan emosi.

Kak Boby sedang mempraktekkan bagaimana cara menggunakan pisau cukil

Mengenal Terapi Seni

Setiap orang pastinya pernah bercerita, menggambar, membuat corat-coret, mendengarkan musik, menyanyi dan menari atau melakukan hal-hal kecil yang tanpa disadari adalah usaha untuk melegakan dan menyenangkan diri sendiri atau lebih sering diakui sebagai hobi. Tetapi terlepas dari apapun pengakuan dan tujuannya, kegiatan tersebut sebenarnya jika dipandang dari sisi teori ilmu psikologi bisa termasuk dalam kategori kegiatan terapi seni (Art Therapy).

Menurut American Art Therapy Association (AATA), terapi seni dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terapeutik yang menggunakan proses kreatif individu guna memperbaiki dan menyempurnakan fisikal, mental dan emosi individu. Atau secara sederhana terapi seni termasuk dalam kategori terapi ekspresif. Melalui terapi seni ini seseorang dapat memunculkan pengalaman bawah sadar atau mengungkapkan perasaan dengan menggunakan material seni yang tersedia.

Dalam tahapan lebih serius di tangan seorang psikolog sebagai ahlinya, terapi membutuhkan ruang, media, penelitian dan diagnosa secara lebih rumit dan mendalam. Tetapi bukan berarti dengan begitu kita selain psikolog lantas tidak bisa melakukan atau memberikan terapi apa-apa kepada orang-orang yang sekiranya membutuhkannya. Semua orang bisa dan berhak melakukan kebaikan selagi punya niat dan tujuan berbagi, contohnya seperti acara yang diselenggarakan oleh teman-teman JBMI.


Penampakan hasil karya perdana saya setelah disablon pfffttt BBM itu Boby Boy Mike loh


Berkarya Itu Mudah dan Murah

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, teman-teman JBMI selain berkolaborasi dengan MFWF yang menyajikan berbagai pelayanan konsultasi kesehatan gratis dan beberapa sesi terapi emosi berupa Taichi dan Senam Yoga Tertawa, salah satu koalisi terbesar Buruh Mingran di Hong Kong itu juga menghadirkan Marjinal dan Melanie Subono.

Selain menghibur teman-teman yang hadir di acara Panggung Budaya dengan sajian lagu-lagu punk beraroma nasionalis dan progresif (seperti: Darah Juang, Marsinah, Negeri Ngeri, dll), Marjinal juga didapuk memberi pelatihan kilat cara mencukil dan menyablon kaos yang cukup mengundang rasa antusiasme para peserta.

Menurut Kak Boby, yang bertugas memberi materi seni cukil dan mengaku sudah mendalami salah satu cabang dari seni grafis tersebut sejak tahun 1996, membuat karya seni dengan cara mencukil atau cetak tinggi ini banyak diminati karena hasil cetaknya jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan karya berupa lukisan. Dan bisa dibilang seni cukil dan sablon modal utamanya hanyalah niat.

"Siapa saja bisa membuat seni cukil. Dengan bahan yang mudah didapatkan kita bisa berkreativitas tanpa batas. Menuangkan ide, aspirasi dan ekspresi emosional perasaan kita ke dalam sebuah media," tutur Kak Boby.

Boby Marjinal


Bocoran Album Terbaru Marjinal

Di sela-sela kesibukan tangan Kak Boy dan Kak Boby mencukil dan menyablon, dan sesekali berdiri untuk melayani permintaan poto bareng para fans dadakan, saya juga sempat kepo tentang aktivitas Marjinal sebagai band dan Taring Babi sebagai komunitas mereka.

Menurut Kak Boy, salah satu personel Marjinal yang memegang alat musik Akordion, aktivitas komunitasnya yang bermarkas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tersebut bisa dipantengin sekaligus dihubungi melalui berbagai akun media sosial (Facebook, Fanpage, Instagram, Tweeter).

Boy Marjinal


Sewaktu saya cerita kalau saya menyukai lagu Marjinal yang berjudul Bumi Manusia (Soundtract Punk In Love) yang sudah saya unduh dari 4share, Kak Boy dan Kak Boby nyaris berbarengan menyahut kalau Bumi Manusia sebenarnya belum resmi dirilis dan termasuk dalam album baru Marjinal yang ke delapan.

Tapi ketika saya tanyakan kapan kira-kira album baru Marjinal terbaru akan diluncurkan, Kak Boby menjawab kalau mereka belum bisa memastikan. "Belum tentu kapan waktu rilisnya, rencananya sih tahun ini. Sebab album baru kami yang akan berisi 45 lagu itu, saat ini sedang dalam proses rekaman secara mandiri."

Mike Marjinal


Mengenai materi album, Marjinal yang sudah eksis selama 19 tahun dan sempat eberapa kali berganti personel tersebut masih tetap setia dengan karakternya sendiri. Dari segi musik tetap mengusung nuansa punk dan pada bagian lirik masih progresif bercerita soal isu sosial, politik, dan lingkungan.

Thanks atas sharingnya, Marjinal. Semangat dan sukses selalu!

HK, 2016

Sabtu, 13 Agustus 2016

'One & Good Day' , Titik Tiga di Tahun ke-Tujuh


Tak terasa tujuh tahun sudah Akang Maher menemani hari-hari saya dan menjaga ketidakwarasan saya dengan suaranya. Meski saya sempat berganti hape beberapa kali, ternyata lagu-lagu dari album “Thank You Allah” dan “Forgive Me” tetap menjadi prioritas playlist pengusir galau, selalu berdampingan mesra dengan folder suara  Kang Duta. Dan kini, setelah jeda yang cukup panjang, sekira 4 tahunan, akhirnya folder musik saya bisa bertambah 15 lagu dari album “One“.

Tentang lagu-lagu Akang di album 'One' bagi saya sudah istimewa sejak dari cara mendapatkannya. Secara saya mendapatkan lagu yang sekarang menjadi 'teman dalam kesunyian' tersebut dengan cara nodong. Saya meminta kiriman lagu-lagunya Akang sebagai sebentuk kado ultah dari Eff, teman saya. Awalnya saya sempat ragu kalau teman saya yang 'istimewa' itu mau repot-repot download musik yang bukan dia banget. Tapi syukur  ternyata ia benar-benar mengirimkannya. Membuat saya sempat merasa terharu dan bahagia. Thanks ya, Eff....

Sesuatu itu ketika saya masih bersetia mendengarkan suara Akang dan ternyata si Akang juga masih setia mengusung pop religi, jenis lagu yang saya sukai. Dalam album ketiga ini saya bisa langsung mengenali kesetiaan si Akang dari judul albumnya: 'One', sebab kemungkinan yang dimaksudkan sebagai 'Satu' di sini adalah Tuhan. Iya kan, Kang? Iyain aja wes.

Ketika menonton acara Hitam Putih yang menghadirkan Akang Maher, Abang Dedi menyebutkan fans MZ kebanyakan terpesona pada sosok tampannya, sebagai sosok bule yang Islami, saya sih nggak terima. Secara saya tertarik pada Akang bukan fokus pada fisiknya doang. Andai pun ada orang ndeso dan nggak ganteng kalau orang itu bisa sekeren Akang, saya siap mengidolakannya. Eh? Saya ngefans kepada Akang itu lebih kepada bagaimana caranya ia bisa mengemas dakwah, motivasi dan curhat ke dalam sebentuk lagu pop yang Islami agar bisa terdengar sedap dan enak dinikmati. Yah, saya paham kalau membuat lagu yang catchy dan easy listening itu bukan hal mudah loh. Pokoknya Akang Maher mah tahu bagaimana cara agar kalimat puji-pujian kepada Tuhan tak terdengar membosankan dan menye-menye lebay. Atau mungkin penilaian saya memang subyektif karena jujur saja saya lebih mengerti arti kata-kata dalam Bahasa Inggris dibandingkan kata-kata dalam Bahasa Arab meskipun sudah saya dengar dan ucap dengan akrab.

Sebagai orang yang kadang melow dramatis, saya terpesona banget dengan lagu-lagu balada si Akang. 'Let It Go' dan 'Peace Be Upon You' misalnya, dua lagu balada akustik bergaya pop-folk dalam album ketiganya ini bagi saya terasa sangat menyentuh hati karena terdengar dinyanyikan dengan sepenuh perasaan. Jleb! Menembus banget ke dada saya. Tapi untungnya kemeloan saya langsung bisa dipulihkan dengan lagu bertempo lebih cepat dan ceria, 'True Love' dan 'Good Day', yang mengajak saya diam-diam tersenyum mengangguk-anggukkan kepala.

Dibandingkan dua album sebelumnya, menurut saya 'One' memiliki keunikan tambahan. Yakni pada keberhasilan si Akang mengkomposisikan lagu-lagu beraroma lokalitas atau berbau etnik. Tanpa menonton video klip-nya, ‘The Power’ yang bernuansa etnik Afrika sudah terdengar begitu 'kental dan megah', beraroma padang sabana. Apalagi masih ditambah kehadiran suara Amakhono yang memberi kesan magis, tua, jauh dan tak terjangkau. Kontras sekali dengan lagu ‘Medina’ yang  berirama gambus tapi terdengar lebih kekinian dan remaja banget. Kompilasi lagu yang unik dalam satu album.

Kemunculan 'One' benar-benar seperti hujan di tengah kemarau panjang yang sanggup mengobati kerinduan saya dan kemungkinan juga fans si Akang lainnya. Karena si Akang mesti menunggu pakai lama sih buat penampakan. Lima belas lagu di album yang hadir setelah tujuh tahun ini, masing-masing lagu seperti memiliki kekuatan dan energi sendiri. Bisa saling mengisi dan melengkapi dengan kedalaman makna yang bisa membuai. *Ampuun, apa sih ini?

Intinya bagi saya, golongan fans garis keras MZ,  si Akang Maher Zain benar-benar sukses membuktikan bahwa lagu religi tidak harus selalu terjebak dalam koridor konvensional yang terkadang malah monoton dan membosankan. Bravo, Akang! Tahun depan kita ultah bareng lagi ya.... Eh?

"Good Day"
(feat. Issam Kamal)

Woke up with the light
A sky so blue upon my eyes
With a thankful heart
Today is another brand new start
I feel so positive
Just want to do my best
And show this world I’m living in
All of the love that I can give, give, give

There are many things that I can do
Many things yeah
That can make me feel so close to You
To You, to You, to You, oh!
This joy within my heart can’t be removed
Within my heart when I’m...
Loving, loving, loving, loving You, yeah!

[Chorus:]
Oh, everyday is a good day
I put my life in Your hands Allah
You will always lead my way

Oh, everyday is a good day
I give my life to You Allah
You will always lead my way

I love this morning breeze
Love how it can revive my soul
I’m so glad to be
Surrounded by the people I know
Filled with happiness
Just wanna give my all
And be all that I can be
Share all my love and energy, yeah!

There are many things that I can do
Many things yeah
That can make me feel so close to You
To You, to You, to You, oh!
This joy within my heart can’t be removed
Within my heart when I’m...
Loving, loving, loving, loving You, yeah!

HK, 2016

Jumat, 12 Agustus 2016

Cerita Majikanku 'Menggugat' KJRI Hong Kong

"Mr Andry, just friendly talking,  passport mistakes all made by Indonesia Government , Make many many troubles to Employer and the domestic helper, Why still need to pay money? Why so many wrong passports? Indonesia government become rich."

~Kutipan Gugatan Majikanku untuk KJRI~


Kata-kata  Nyonyaku terdengar seperti gema suara yang keluar dari gua di dadaku sendiri. Melegakan sekaligus membuatku merasa jeri. Jika majikanku yang sebenarnya tidak semestinya direpotkan oleh masalah yang sedang kuhadapi bisa menjadi begitu peduli, kenapa KJRI yang seharusnya membantuku justru terkesan malah menambah masalah?

Koreksi Data yang Tanpa Pendataan

Masalahku sama dengan yang sedang dihadapi sebagian teman-temanku, mengalami koreksi data ketika memperpanjang paspor (renew paspor) pada akhir tahun kemarin (2015).  Sebab tahun kelahiranku sengaja dimudakan satu tahun oleh pihak PJTKI yang membantu proses pembuatan paspor pertamaku sebelum aku berangkat bekerja ke luar negeri.

Keterbatasan pengetahuan dan informasi yang kumiliki membuatku tidak terlalu antusias dan belum bisa mengatasi permasalahanku sendiri. Sebelumnya kupikir tidak apa-apa kalau data di paspor berbeda dengan data di Hong Kong ID Card. Kupikir juga kalau memang pada akhirnya aku terpaksa tidak bisa bekerja di HK lagi, ya sudah tidak mengapa, aku akan pulang kampung saja.

Tapi setelah kudapatkan informasi dari temanku (yang juga bermasalah dengan data paspornya) dan mendapat motivasi dari teman-teman JBMI, aku jadi berubah pikiran. Apalagi ketika majikan yang menginginkan kami memperpanjang kontrak kerja mengetahui masalahku ternyata mereka menyemangatiku dan bersedia membantu jika dibutuhkan sewaktu-waktu. Maka aku bertekad untuk berusaha menghadapi dan menyelesaikan koreksi dataku. Tidak peduli bagaimana hasilnya nanti, setidaknya aku tak ingin menyerah dan berhenti di tengah jalan tanpa kepastian.

Menjadi Bola KJRI

Atas bantuan teman yang memiliki kontak Bapak Andri, akhirnya aku bisa berkomunikasi dengan beliau via WhatsApp sebelum bertemu langsung di KJRI.

Setelah aku ceritakan masalahku, Pak Andri malah menanyakan kenapa aku yang sudah kena koreksi data tidak langsung wawancara untuk pembuatan BAP. Ditanya begitu aku pun bertanya balik, lha kenapa petugas di KJRI juga tidak memberitahu atau mengingatkanku untuk membuat laporan, bukannya mereka yang lebih tahu karena mereka yang memproses pasporku dan melakukan pendataan.

Perdebatan kecil kami selanjutnya terasa sia-sia, karena Pak Andri sebagai orang KJRI tentu saja tidak terima KJRI disalahkan dan bersikukuh kalau konsulat dan staf-nya yang benar. Begitu pun aku juga tidak mau jika semua kesalahan dilimpahkan padaku dengan semena-mena. 

Kemudian berdasarkan saran Pak Andri, aku datang ke KJRI bagian imigrasi untuk membuat BAP. Tetapi ternyata sesampainya di KJRI yang kudapatkan adalah kekecewaan. Aku dijadikan bola yang dilempar dari satu petugas ke petugas lainnya tanpa kejelasan. Tiga hari berturut-turut aku datang ke KJRI, hasilnya tetap nihil meski aku sudah minta dan sengaja membawa surat pengantar dari JBMI (yang kudapatkan dari Mbak Eni Lestari). Surat pengantar diterima tapi kepastian nasibku tetap tidak ada.

Selanjutnya entah karena alasan apa atau mungkin karena melihatku rempong bolak-balik tiap hari, KJRI meminta agar majikanku saja yang datang menemui mereka. Aku sedikit terkejut dan tidak bisa menjanjikan bahwa majikanku akan bersedia kendati aku menyampaikannya juga dwngan takut-takut. Aku cukup tahu diri jika tidak sepatutnya merepotkan majikanku dalam hal ini.
Awalnya KJRI meminta majikanku datang tanpa aku, tapi langsung ditolak oleh majikan. Karena menurut majikan, masalah ini adalah masalah pembantunya kenapa harus mereka yang datang? Kalaupun mereka yang diminta datang seharusnya juga diminta mengajakku (yang punya masalah) turut serta agar bisa tahu lebih jelas bagaimana duduk persoalannya.



KJRI Melimpahkan Tanggungjawabnya Kepada Majikanku

Pada tanggal 3 Agustus,  aku datang bersama majikanku ke KJRI. Ternyata pihak KJRI meminta majikanku untuk membuat pernyataan tertulis bahwa mereka siap  bertanggungjawab atas apa-apa yang terjadi padaku. Khususnya jika ada masalah (sehubungan koreksi data pasporku) dengan pihak Imigrasi HK.

Hari itu, setelah menandatangani surat pernyataan, majikanku langsung mengantarku ke Imigrasi untuk membuat laporan tentang perbedaan data dokumenku sekaligus mengajukan permohonan pembuatan HKID yang baru. Semua formulir yang diberikan petugas imigrasi pengisiannya dibantu oleh majikanku. Aku sempat merasa seperti anak-anak yang sedang didaftarkan sekolah oleh orangtuanya. Diam-diam ada rasa haru bercampur lega karena memiliki majikan yang baik hati.

Dua Surat dari Imigrasi HK

Pada tanggal 8 Agustus, aku menerima surat dari Imigrasi HK yang mengabarkan bahwa laporan yang kuajukan sudah mereka terima dan sedang dalam proses pemeriksaan lanjutan.

Pada tanggal 10 Agustus, datang surat kedua dari Imigrasi HK yang isinya panggilan wawancara dan pemeriksaan. Bahwa pada tgl 12 Agustus, aku diminta datang ke kantor Imigrasi Chung Sha Wan dengan membawa dokumenku yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

Puncak Emosi Majikanku

Hari ini (Selasa, 11/8) atas sepengetahuan majikan, aku datang ke KJRI untuk meminta bantuan menerjemahkan dokumenku ke Bahasa Inggris.

Petugas KJRI yang kutemui mengatakan jika petugas yang bagian terjemah sedang tidak ada. Petugasnya sedang berlibur ke Indonesia dan akan kembali ke HK perkiraan akhir bulan Agustus. Dan jika aku tetap memaksa meminta dokumenku diterjemahkan oleh mereka, petugas yang mengaku sedang sibuk dan banyak tugas itu tidak bisa menjanjikan proses yang cepat. Minimal satu atau dua minggu itu sudah yang paling cepat, jadi kepastian lamanya waktu menurutnya tidak bisa ditentukan. Jika aku setuju, dokumen asliku harus ditinggal dan aku harus membayar HK $ 532 untuk bantuan terjemah dua dokumen (ijazah dan akte).

Setelah mendengar jawaban petugas di loket KJRI tersebut, aku pun menelepon majikan dan menyampaikan hal yang sama untuk meminta pertimbangan  bagaimana sebaiknya. Ternyata reaksi yang kudapatkan di luar dugaanku, majikanku langsung menelepon imigrasi HK dan meneruskan apa yang sudah aku sampaikan kepadanya.

Entah bagaimana isi percakapan mereka (Majikan dan Imigrasi HK),  majikan yang meneleponku balik memintaku membawa pulang dokumen asliku (atas saran yang diperolehnya dari pihak Imigrasi HK). Jika aku memang harus membayar mahal dan butuh waktu lama untuk menerjemahkan dokumenku, petugas imigrasi HK mengatakan kalau aku boleh membawa dokumen asliku (tanpa versi terjemahan) kepada mereka.

Sesampainya di rumah barulah kuketahui kalau majikanku bukan hanya menelepon Imigrasi HK tapi mereka yang emosi atas nasib pembantunya yang seperti sedang dipermainkan juga 'menggugat' KJRI via WhatsApp. Nyonya menunjukkan percakapannya via WA dengan Pak Andri dan Pak Rafael. Yang intinya berisi ungkapan kekecewaan dan pertanyaan atas kinerja KJRI dan pemerintah Indonesia.




Keajaiban Hasil Aksi Majikan

Gugatan majikan ternyata menghasilkan keajaiban. Hapeku mendadak dipenuhi pemberitahuannya panggilan tak terjawab dari nomor KJRI! Dan ketika salah satu telpon yang masuk kuangkat, ternyata telpon dari Pak Rafael. Beliau meminta agar majikan dan aku tidak emosi dan marah-marah lagi karena dokumenku sudah selesai mereka terjemahkan. Pak Rafael juga memintaku agar sore ini juga datang mengambilnya langsung ke KJRI. Tentu saja aku tidak bisa pergi mengambil karena harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda ketika kutinggal ke KJRI siang tadi. Akhirnya pihak KJRI meminta alamat fax majikan untuk mengirim dokumen terjemahan.

Ajaib! Benar-benar keajaiban bisa terjadi hanya karena majikanku  sempat mengancam untuk menyebar luaskan dan melaporkan keburukan kinerja KJRI yang berorientasi pada uang (korupsi) ke lembaga penyelidikan korupsi di HK, pihak KJRI langsung tidak lagi mempermasalahkan besaran biaya terjemah yang harus kubayar.

Dan lebih dari itu, disebabkan  gugatan majikanku secara mendadak telah terjadi percepatan waktu di KJRI, dari minimal kecepatan waktu menerjemahkan dokumen selama satu minggu bisa berubah menjadi secepat kilat (cukup dalam hitungan tak lebih dari satu jam)!

Harapan Hasil Terbaik

Besok pagi aku akan pergi ke Imigrasi ditemani majikanku. Majikan tahu kalau aku kurang bisa berbicara, selain karena keterbatasan bahasa juga karena aku pemalu (baca: mudah grogi). Majikanku bilang mereka yang akan membantuku menjadi juru bicara atau minimal membantu menjelaskan apa-apa jika sekiranya dibutuhkan. 

Apapun hasil wawancara pertama ini dan bagaimana proses selanjutnya, harapanku semoga bisa kudapatkan hasil terbaik. Dan minimal cerita yang kubagikan ini bisa menjadi tambahan informasi sekaligus inspirasi untuk teman-teman BMI lainnya agar tak berhenti untuk berusaha memperjuangkan haknya. Juga untuk KJRI agar bisa menjadi masukan dalam perbaikan kinerja ke depannya.

HK, 11 Agustus 2016

**Cerita nyata ini ditulis berdasarkan curhat si Aku kepada penulis.
*** Jika ada yang merasa dirugikan dengan tulisan ini, silakan menghubungi penulis via WA di +85266006504